Abaikan Protokol Kesehatan, Warga Padati Tradisi Jedogan di Serang

Rabu, 12 Mei 2021 23:54 Reporter : Dwi Prasetya
Abaikan Protokol Kesehatan, Warga Padati Tradisi Jedogan di Serang Tradisi Jedogan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Suasana takbiran di Kota Serang sangat mengkhawatirkan. Ribuan orang berdesakan di pusat perbelanjaan royal, Kota Serang tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Berbelanja dengan berdesakan atau disebut jedogan menjadi tradisi di Kota Serang setiap menjelang hari raya lebaran. Ribuan warga Kota Serang Tumpah di jalan yang ditutup dan dipenuhi pedagang pakaian untuk kebutuhan lebaran.

Masyarakat yang datang dan berbelanja banyak ditemui tidak menggunakan masker. Selain telah menjadi tradisi, masyarakat memilih berbelanja secara berdesakan karena harga di lokasi tersebut murah.

"Lagi nyari baju koko. setiap tahun gini (jedogan), harganya murah. Kalau Corona, ya mudah mudahan sehat-sehat aja semuanya," ujar Rian salah satu warga yang datang untuk berbelanja ke Royal, Rabu (12/5).

Hingga malam hari, pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Kota Serang dan sekitarnya terus membludak.

Sementara itu, saat di konfirmasi Kepala Dinas kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti enggan berkomentar banyak saat di konfirmasi terkait suasana pusat perbelanjaan royal.

"Ini dimana,"ujar Ari saat di konfirmasi di group WhatsApp Info Covid-19 Banten, Rabu (12/5). [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini