90 Petugas KPPS Meninggal, Sandiaga Nilai Sebuah Bencana

Selasa, 23 April 2019 16:26 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
90 Petugas KPPS Meninggal, Sandiaga Nilai Sebuah Bencana Sandiaga Uno nyoblos. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, prihatin 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia akibat kelelahan setelah Pemilu 2019. Sandi turut berduka dan akan melakukan salat gaib bersama di Masjid At-Taqwa, Jakarta Selatan.

"Saya juga ingin menyoroti ada lebih dari hampir 100 petugas KPPS yang meninggal dan kita nanti akan ada salat gaib bersama para kiai untuk berdoa kepada pejuang-pejuang kita di masjid At Taqwa," kata Sandiaga di Jl Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Eks wakil gubernur DKI Jakarta itu melihat kejadian tersebut sebagai sebuah bencana. Dia mengaku berduka sedalam-dalamnya.

"Karena kita lihat ini adalah sebuah tentunya kalau di atas angka berapapun juga ini kita bicara nyawa, kita bicara suatu bencana ya bagi kita," ucap Sandiaga.

Di sisi lain, Sandiaga berharap KPU dan Bawaslu mewujudkan Pemilu yang jujur adil dan bermartabat. Serta tak menutup mata bahwa masyarakat ingin perubahan.

"Ini mata dunia melihat Indonesia sekarang dan saya ingin berpikir positif," tandas Sandiaga Uno.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memberikan data terbaru, 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah itu berdasar data yang dikumpulkan hingga 22 April 2019, pukul 15.00 WIB.

"Terkait jumlah sementara pukul 15.00 KPPS yang tertimpa musibah 90 orang meninggal dunia, 374 orang sakit," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU RI, Senin (22/4).

Sebaran terjadinya musibah bagi KPPS itu terjadi di 19 provinsi. KPU akan memberitahukan santunan kepada korban sekitar 30 hingga 36 juta. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini