9 Orang Meninggal Akibat Banjir Kalimantan Selatan

Rabu, 20 Januari 2021 12:26 Reporter : Yunita Amalia
9 Orang Meninggal Akibat Banjir Kalimantan Selatan Banjir di Kalimantan Selatan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Orang Operasi Basarnas, Brigjen Rasman MS menyampaikan ada 9 orang meninggal dari bencana banjir di Kalimantan Selatan. Korban meninggal berada di dua kecamatan.

"Ada 9 orang yang meninggal, di Kecamatan Barabai 1 orang, di Kecamatan Hantakan 8 orang," ucap Rasman, di JICT, Rabu (20/1).

Rasman menambahkan bencana banjir menyebabkan 56 ribu warga terdampak. Banjir di Kalimantan Selatan diklaim diakibatkan curah hujan dengan intensitas tinggi.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah menerangkan sebanyak 10 kabupaten terendam banjir.

Dia menjelaskan, hal tersebut terjadi di alur DAS Barito. Khususnya Kalimantan Selatan akibat cuaca ekstrem. Pada 2020, Januari curah hujan normal yaitu 394 mm. Sedangkan pada 9-13 Januari 2021, 461 mm atau 8-9 kali lipat.

"Artinya ada 2,08 miliar meter kubik, dibandingkan kapasitas sungai normal hanya 238 juta meter kubik," terangnya.

Kementerian LHK juga mendapatkan hasil evaluasi sistem drainase tidak mampu mengalirkan air dengan kapasitas tersebut. Karliansyah menjelaskan, titik banjir merupakan daerah yang datar, elevasi rendah dan bermuara di laut.

"Sehingga merupakan daerah akumulasi air dengan tingkat drainase yang rendah. Ada perbedaan sangat besar antara tinggi hulu dengan hilir, sehingga pasokan air di hulu," tutupnya.

Penjelasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ditentang oleh Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang menyatakan banjir di Kalimantan Selatan disebabkan alih fungsi lahan. Koordinator Jatam, Merah Johansyah mengatakan 50 persen lahan di Kalimantan Selatan sudah dikuasai pertambangan dan kelapa sawit.

Banjir merendam Kalimantan Selatan pada 12 Januari 2021. Banjir ini menyebabkan 15 warga meninggal dunia, 39.549 jiwa mengungsi, 24.379 rumah terendam dan 10 kabupaten dan kota terdampak. Pemerintah Kalimantan Selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir sejak 14 Januari 2021.

"Jadi dari banyak data-data menyebutkan 1,2 juta hektare dari luas Kalsel sudah konsesi pertambangan, sudah berubah alih fungsi lahan, hutannya sudah gundul mengalami deforestasi," ujarnya.

"Jadi tidak usah pura-pura (tidak tahu). Pemerintah mengatakan (penyebab banjir) karena curah hujan itu mengejek akal sehat," ucapnya.

Baca juga:
Bulog Salurkan 9.000 Paket Banpres untuk Korban Banjir di Kalsel
KLHK Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Tak Rehabilitasi Lahan Konsesi di Kalsel
Membandingkan Curah Hujan Penyebab Banjir Awal Tahun di Jakarta dan Kalsel
Rentetan Bencana dan Rusaknya Jantung Khatulistiwa
Distribusi Logistik Korban Banjir di Pedalaman Meratus Kalsel Terkendala Longsor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini