8 Keluarga dari 3 Korban Sriwijaya Air Asal Pontianak Siap Diambil Sampel DNA

Rabu, 13 Januari 2021 15:26 Reporter : Kirom
8 Keluarga dari 3 Korban Sriwijaya Air Asal Pontianak Siap Diambil Sampel DNA Keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. ©2021 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Delapan anggota keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 asal Pontianak tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/1) siang. Berdasarkan informasi yang didapat, kedelapan anggota keluarga yang datang itu adalah para saudara kandung dari tiga korban penumpang pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) kemarin.

Kapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, delapan anggota keluarga tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta, dengan menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-185 tujuan Pontianak-Cengkareng, Soekarno-Hatta.

"8 anggota keluarga ini tiba pukul 10.15 WIB dari terminal 2E, kemudian kami kawal dan mengantarkan ke posko Crisis Center di 2D," kata Adi dikonfirmasi Rabu (13/1).

Dia menjelaskan, 8 anggota keluarga itu adalah keluarga dari manifest atas nama Ricko, Beben Sopian & Razanah dan keluarga atas nama penumpang Supiyanto. Selanjutnya, setelah permintaan dokumen dan melengkapi berkas di Posko Crisis Center untuk proses klaim asuransi Jasa Raharja, keluarga diantar dan dikawal polisi ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan antemortem.

"Para keluarga mendapat trauma healing oleh petugas dan melengkapi berkas dokumen yang diminta. Selanjutnya, mereka kami antarkan ke RS Polri Kramat Jati dan Hotel Mercure Gatot Subroto," ujar dia.

Polisi belum dapat merinci jumlah keluarga korban yang telah datang ke Posko Crisis Center Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta hingga saat ini.

"Belum, informasinya sore ini juga akan ada keluarga yang tiba dari Pontianak. Semua kami siapkan pengantaran dan pengawalannya," tandasnya.

Diketahui, tiga korban Sriwijaya Air SJ-182 kembali teridentifikasi. Mereka terkonfirmasi melalui hasil validasi empat kantong jenazah.

"Tim Inafis Polri berhasil identifikasi tiga korban. Dan atas dasar kemanusiaan serta kondisi psikologis terhadap keluarga korban, kami tak akan menayangkan foto maupun bentuk body part yang kami periksa sehingga kami hanya sebutkan identitas korban," ujar Kepala Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) Polri Brigjen Hudi Suryanto saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1).

Tiga korban baru teridentifikasi antara lain Asy Habul Yamin dengan nomer kantong temuan 0072 dan 0029. Dari dua kantong tersebut diketahui memiliki identitas yang sama.

"Jadi ada dua bagian tubuh yang merupakan satu kesatuan. Korban kelahiran Sintang, 31 Mei 1984, pria, dan beragama Islam, tinggal di Pesanggrahan, dengan nomor manifes 40," jelas Hudi.

Korban kedua yang teridentifikasi dari kantong bernomor 0020, bernama Fadly Satrianto. Berjenis kelamin pria, kelahiran Surabaya 6 Desember 1982, beragama Islam. Alamat, Teluk Penanjung, Flamboyan Jawa Timur, terdaftar dengan nomer manifest 31.

"Ini adalah co-pilot Sriwijaya. Kami sudah perbandingkan sidik jarinya dengan e-ktp telunjuk korban ini cocok," ungkap Hudi.

Korban ketiga yang teridentifikasi, bernama Khasanah dari nomor kantong jenazah 0040. Memiliki tempat tanggal lahir Lamongan 28 Desember 1970. Berjenis kelamin perempuan, beragama Islam, beralamat di Gang Lentoro Jalur III, RT 05/05, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat.

"Korban terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifest 28. Ini juga sudah kami perbandingan sidik jarinya, jempol kanan antara yang ada di e-KTP dengan bagian tubuh dari kantung mayat tersebut. Kita temukan 12 titik kesamaan, sehingga bisa dinyatakan itu adalah identik," ucap Hudi.

Dengan teridentifikasinya tiga korban hari ini, total sudah ada empat korban yang berhasil diketahui. Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat ini telah mengungkap satu identitas korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ-182. Adapun nama korban ialah Okky Bisma seorang warga Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Okky merupakan korban pertama yang berhasil diidentifikasi. Mengacu pada manifes, Okky merupakan pria kelahiran Jakarta 1991. Data-data tersebut dikatakan cocok dengan yang terdapat dalam data E-KTP milik Dukcapil. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini