Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Dari 14 Pembunuh Ojek Online di Ciputat Ditangkap Polisi

7 Dari 14 Pembunuh Ojek Online di Ciputat Ditangkap Polisi Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - 7 dari 14 penganiaya Steven Saulus Kevin (22), pengendara ojek online hingga meninggal dunia dibekuk anggota Polresta Tangerang Selatan. Korban sebelumnya dianiaya di depan Sekolah Erenos, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (19/4) dini hari lalu.

"Mengarah pada satu kelompok anak muda yang teridentifikasi merupakan warga Kota Tangerang Selatan," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Selatan, AKP Alexander, di Mapolresta Tangerang Selatan, Selasa (23/4).

Alex mengatakan, kasus tersebut bermula dari janjian tawuran antar dua kelompok pemuda yang salah satunya korban di media sosial. Namun saat di lokasi janjian tawuran, korban malah ditinggal kabur rekannya.

"Tersangka DPO atas nama Panji ini janjian dengan korban dari kelompok Parben (Parung Benying), untuk COD yakni istilah pelaku dan korban untuk melakukan tawuran. Saat salah satu kelompok pelaku tiba di lokasi, korban hanya bertiga. Sementara dua rekan korban lainya kabur melarikan diri," ujar Alex.

Melihat korban sendiri kelompok pelaku yang sudah siap dengan senjata tajam kemudian membabi buta melakukan pembacokan terhadap korban. Korban pun tak berdaya dikeroyok para pelaku.

"Setelah di TKP bertemu dengan korban, kemudian sempat beradu mulut dan kemudian para tersangka seketika membacok korban menggunakan senjata tajam jenis celurit dan sabit," kata dia.

Akibat pengeroyokan itu korban mengalami luka di punggung kiri kanan, kepala sisi kanan, belakang kepala sisi kiri, dada kiri, pinggul kiri dan kanan, serta bagian telapak kanan serta kiri korban.

"Berdasarkan hasil autopsi dan visum dijelaskan bahwa korban meninggal dengan 33 luka tusukan benda tajam di tubuhnya. Setelah para tersangka melakukan aksinya lalu mereka melarikan diri," kata dia.

Adapun ke 7 pelaku yang telah ditangkap yaitu BTG (16), FJR (17), RDW (17), Tedy (18), Tanto (21), Farhan (20), dan Jamet (19). Atas perbuatannya, ketujuh pelaku disangkakan pasal 340 dan atau 338 dan atau 170 ayat 2 KUHPidana terkait pidana pembunuhan berencana.

"Pelaku terancam hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati," kata Alex.

Sebelumnya diberitakan, nasib nahas dialami pengemudi ojek online, Steven Saulus Kevin (22). Warga Ciputat, Kota Tangerang Selatan, ini tewas usai dianiaya orang tidak dikenal di jalan Palapa RT 03/018 Kelurahan Serua, Jumat (19/4).

"Benar ada korban penganiayaan dan pengeroyokan hingga korban meninggal dunia," ucap Kasat Reskirm Polres Kota Tangerang Selatan, AKP Alexander Minggu (21/4).

Alex menjelaskan, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan itu terjadi pada Jumat (19/4) kemarin sekitar pukul 02.00 WIB. "TKP nya persis di depan sekolah Erenos, Ciputat," ucap dia.

Peristiwa itu bermula saat korban sedang istirahat untuk minum kopi usai bekerja menjadi ojek online. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sesaat sebelum kejadian, korban tiba-tiba didatangi sekelompok pemuda yang berjumlah puluhan orang dengan 7 unit sepeda motor.

"Keterangan saksi, korban didatangi sekelompok pemuda dan langsung terlibat cekcok mulut. Tanpa diduga, para pelaku langsung membacok korban secara membabi buta dan saksi melihat para pelaku langsung kabur," jelas Alex.

Atas kejadian itu, warga dan saksi yang ada di lokasi langsung membawa korban ke RSU Kota Tangsel, namun sayang nyawanya tak dapat tertolong. Tim Vipers langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Saat ini Polisi masih berusaha mengejar para pelaku.

(mdk/gil)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Pelajar di Ciampea Bogor Tewas Disabet Celurit Gerombolan Siswa SMK

Pelajar di Ciampea Bogor Tewas Disabet Celurit Gerombolan Siswa SMK

Seorang pelajar tewas akibat disabet celurit oleh gerombolan pelajar di Jalan Pasar Lama, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (1/12).

Baca Selengkapnya icon-hand
Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas Punya Riwayat Gangguan Jiwa

Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas Punya Riwayat Gangguan Jiwa

Pelaku punya riwayat ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Baca Selengkapnya icon-hand
Suara Benturan ke Tembok dan Pukulan Kursi Iringi Embusan Napas Terakhir Sutrisno

Suara Benturan ke Tembok dan Pukulan Kursi Iringi Embusan Napas Terakhir Sutrisno

Beredar informasi jika penyebab penganiayaan ini dilatarbelakangi persoalan keluarga.

Baca Selengkapnya icon-hand
Detik-Detik Dua Anggota Satpol PP Dikeroyok Buruh saat Demo UMK di Surabaya

Detik-Detik Dua Anggota Satpol PP Dikeroyok Buruh saat Demo UMK di Surabaya

Sebuah video penganiayaan terhadap petugas Satpol PP saat aksi demo buruh beredar di media sosial.

Baca Selengkapnya icon-hand
Hamili Pacar Tak Mau Tanggung Jawab, Mahasiswa Bunuh Pacar

Hamili Pacar Tak Mau Tanggung Jawab, Mahasiswa Bunuh Pacar

Terungkapnya identitas korban kemudian mengarah kepada terduga pelaku pembunuhan, yaitu pacar korban yang berinisial HP.

Baca Selengkapnya icon-hand
Terungkap, 'Otak' dan Motif di Balik Tiga Kasus Pembunuhan Bikin Geger di Bovel Digoel

Terungkap, 'Otak' dan Motif di Balik Tiga Kasus Pembunuhan Bikin Geger di Bovel Digoel

Mencegah kejahatan serupa terulang, polisi menggencarkan patroli.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gara-Gara Ucapan 'Terima Kasih Sudah Tutup Jalan', Sopir Truk Diamuk Buruh Demo di Cikarang

Gara-Gara Ucapan 'Terima Kasih Sudah Tutup Jalan', Sopir Truk Diamuk Buruh Demo di Cikarang

Seorang sopir truk menjadi sasaran amukan massa buruh yang sedang demo di Cikarang.

Baca Selengkapnya icon-hand
2 Penembak Mati Pria di Palembang Ternyata Teman Korban, Motif Kesal Utang Rp120 Juta Tak Dibayar

2 Penembak Mati Pria di Palembang Ternyata Teman Korban, Motif Kesal Utang Rp120 Juta Tak Dibayar

Dua pelaku penembakan yang menewaskan RD (32) di Palembang merupakan teman korban, berinisial MA (30) dan AR (26).

Baca Selengkapnya icon-hand
Polisi Ungkap Motif Pelaku Pemukulan Pesilat di Gresik hingga Tewas: Gara-Gara Anak Baru

Polisi Ungkap Motif Pelaku Pemukulan Pesilat di Gresik hingga Tewas: Gara-Gara Anak Baru

Polisi Ungkap Motif Pelaku Pemukulan Pesilat di Gresik hingga Tewas: Gara-Gara Anak Baru

Baca Selengkapnya icon-hand
Pria di Gresik Dibunuh dengan Mulut Tertancap Pisau, Ini Kesaksian Tetangga

Pria di Gresik Dibunuh dengan Mulut Tertancap Pisau, Ini Kesaksian Tetangga

Kasus pembunuhan sadis seorang pria berinisial AS (30) di Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Selasa (28/11), masih diselidiki polisi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pria Tua di Pemalang Ditemukan Tewas dalam Rumah, Diduga Korban Perampokan

Pria Tua di Pemalang Ditemukan Tewas dalam Rumah, Diduga Korban Perampokan

Muhammad Aldar (66), warga Desa Purwosari, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menjadi korban dugaan perampokan dan pembunuhan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mulut Tertancap Pisau, Cleaning Servise Rumah Sakit Ditemukan Tewas

Mulut Tertancap Pisau, Cleaning Servise Rumah Sakit Ditemukan Tewas

Polisi juga masih terus melakukan penyelidikan terkait kematian korban.

Baca Selengkapnya icon-hand