6 Wabah virus paling mematikan, Indonesia pernah kena

Rabu, 4 April 2018 06:24 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
6 Wabah virus paling mematikan, Indonesia pernah kena Simulasi penanganan virus flu burung. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wabah virus mematikan di satu negara bisa menyebar hingga ke negara lainnya dan menjatuhkan banyak korban. Sangat cepatnya penyebaran virus bisa disebabkan dengan kontak langsung seseorang dengan pengidap virus, dan juga pengaruh udara.

Untuk melindungi diri dari serangan virus berbahaya, tidak bisa hanya sekadar mencuci tangan atau mandi saja. Anda perlu melakukan pencegahan dengan suntik vaksin atau meminum vitamin tertentu. Seperti dikutip merdeka.com dari berbagai sumber, berikut delapan virus yang mematikan di dunia:

1 dari 6 halaman

Wabah difteri tewaskan puluhan orang

Vaksin Difteri. ©2017 Merdeka.com/Adi Nugroho

Wabah difteri menewaskan 32 orang di Indonesia, mereka termasuk anak-anak. Untuk mengatasi wabah difteri agar tidak terus menyebar, Kementerian Kesehatan langsung melakukan imunisasi kepada masyarakat. Menurut laporan Kemenkes, sudah ada 591 laporan kasus wabah difteri. Jumlah laporan tersebut meningkat 42 persen dibandingkan tahun lalu.

Kemenkes mencatat ada 415 kasus wabah difteri dan 24 korban meninggal pada 2017. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat difteri tertinggi di dunia bersama dengan India dan negara-negara Afrika.

2 dari 6 halaman

Ebola menyebar ke desa-desa

Ilustrasi virus ebola. Shutterstock/Roland IJdema

WHO (World Health Organization) sempat menyatakan Ebola berakhir di Afrika Barat. Sebuah negara dianggap bebas dari penularan virus setelah melalui masa inkubasi selama 21 hari dan tes dinyatakan negatif untuk kedua kalinya. Virus ini bisa menular jika seseorang melakukan kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita seperti urine, tinja, air liur, serta air mani. Dalam hal ini, ‘kontak langsung’ berarti darah atau cairan tubuh lain (seperti air liur atau ingus) penderita yang langsung menyentuh hidung, mata, mulut, atau luka terbuka.

Virus Ebola pertama kali terlihat di Afrika dan Republik Demokratik Kongo. Tapi untuk korban meninggal tertinggi akibat Ebola berada di Guinea, mencapai 78 orang. Virus Ebola menewaskan sekitar 25% hingga 90% korban. WHO menjelaskan bahwa penyebaran virus Ebola terjadi khususnya di desa-desa terpencil di wilayah Afrika Tengah dan Barat.

3 dari 6 halaman

Virus flu burung pernah bikin gempar

Virus Flu Burung. ©2012 Merdeka.com/parwito

Virus H5NI penyebab flu burung pertama kali ditemukan di berbagai negara Asia Tenggara, terutama di wilayah peternakan unggas dan jalur perlintasan burung liar. Virus ini menular lewat udara dan kontak makanan, minuman, serta sentuhan. Meski berbahaya, virus ini bisa mati dalam suhu tinggi.

Virus H5N1 dapat hidup dalam suhu dingin. Gejala umum bila Anda tertular virus ini yakni demam tinggi, keluhan pernapasan, dan perut. Belum ada obat menangkal flu burung. Biasanya dokter hanya memberikan obat turun panas dan anti virus.

Selama 2007 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 310 kasus dengan kematian mencapai 189 orang. Indonesia berada di urutan pertama dengan 99 kasus dan 79 kematian, lalu Vietnam dengan 93 kasus dan 42 kematian.

4 dari 6 halaman

Virus MERS

virus MERS. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Peshkova

Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menyerang sistem pernapasan ini pertama kali ditemukan di Arab Saudi dua tahun lalu. Virus ini telah membunuh sekitar 200 orang.

Virus ini diyakini berasal dari kontak manusia dengan unta. Epidemi ini juga menginfeksi sekitar 600 orang lain.

MERS menyebar hingga Mesir, Yordania, Libanon, Uni Emirat Arab, bahkan ke Amerika Serikat. Namun korban dari Negeri Paman Sam itu baru saja berkunjung ke Ibu Kota Riyadh. Hingga kini Saudi masih waspada MERS. Pemerintah menganjurkan warganya menggunakan masker lantaran penularan sesama manusia lebih cepat.

5 dari 6 halaman

Marburg sebabkan pendarahan

ilustrasi virus. ©2015 Merdeka.com/ health.howstuffworks.com

Virus Marburg ditemukan oleh sekelompok pekerja laboratorium di Jerman (Marburg dan Frankfurt) dan Serbia pada tahun 1967. Gejala virus ini dimulai dengan sakit kepala, demam, dan ruam pada tubuh, kemudian berkembang menjadi kegagalan organ multipel dan pendarahan besar di dalam tubuh.

Orang yang mengalami virus ini akan mengalami masalah penglihatan, gangguan pendengaran, kelemahan otot, hepatitis dan lainnya. Terakhir virus ini dilaporkan menjangkit Uganda pada tahun 2014.

6 dari 6 halaman

Rabies gejalanya berhalusinasi

Ilustrasi virus. ©Shutterstock.com/Mopic

Rabies akan menular melalui air liur hewan yang menempel pada tubuh manusia. Biasanya karena gigitan anjing liar. Jika tidak ditangani secepatnya, virus akan menyerang sistem saraf pusat dan efeknya adalah kematian. Untuk mencegah penyakit ini, harus melakukan serangkaian vaksinasi.

Gejala-gejala rabies lanjutan termasuk berhalusinasi, demam tinggi, hiperaktif, dan sering mengamuk. [has]

Baca juga:
Terjangkit virus, ratusan ekor ayam selundupan dari Thailand dimusnahkan
Terjangkit virus Jembrana, 10 ekor sapi di Musi Rawas mati mendadak
Virus norovirus menyebar jelang Olimpiade Musim Dingin di Korsel
Selain kedelai bervirus, Karantina Bandara bakar 93 kg kurma ilegal
Balai karantina bandara bakar 400 gram benih kedelai bervirus
Antusiasme murid SDN 03 Karawaci ikuti imunisasi difteri

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini