6 Muncikari Venesia BSD Terancam 15 Tahun Penjara

Minggu, 23 Mei 2021 05:03 Reporter : Kirom
6 Muncikari Venesia BSD Terancam 15 Tahun Penjara Bareskrim gerebek tempat karaoke eksekutif Venesia BSD. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, merinci peran 6 orang tersangka diserahkan Kejaksaan Agung dan Bareskrim Mabes Polri, dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Karaoke Executive Venesia BSD, Tangerang Selatan.

Enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 600 juta.

"Tinggal menunggu jadwal sidang di Pengadilan Negeri Tangerang. Seluruhnya disangkakan Undang-undang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," kata Kasie Intelijen Kejari Tangsel, Ryan Anugrah dikonfirmasi, Sabtu (22/5).

Menurut dia, berdasarkan hasil penyidikan Bareskrim Mabes Polri, enam tersangka itu merupakan para muncikari dan manajemen Karaoke Executive Spa dan Hotel Venesia.

"Tersangka atas nama Taufik Triatmo bin Tasmiarjo dakwaan pertama pasal 2 juncto pasal 48 ayat (1), dakwaan ke dua pasal 12 juncto pasal 48 ayat (1), dakwaan ke tiga pasal 296 UU 21 tahun 2007 tentang TPPO juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Tersangka ke dua Riva Abadi Bin Madidu dan tersangka ke tiga Yatim Suarto Bin Sanwiraji didakwa dengan pasal yang sama,” kata Ryan.

Dia menjelaskan, tiga tersangka di antaranya adalah manajemen dari operasional usaha Executive Karaoke Venesia. Ketiganya memiliki peran masing-masing.

Seperti Taufik Triatno bertindak sebagai Manajer marketing operasional, Riva Abadi sebagai manager operasional Karaoke, Yatim Suarto sebagai General Manager Spa dan karaoke. Sedangkan, tiga tersangka lainnya, kata Ryan adalah Muncikari yang dikenal 47 orang wanita pemandu lagu di tempat usaha tersebut, sebagai mami.

"Mereka ini maminya, atas nama Karlina Alias mami Gisel, Astri Mega Purnamasari alias mami, Yana Rahmana alias mami Feby. Ketiga tersangka Muncikari ini dijerat pasal yang sama dengan tiga tersangka manajer,” ungkap Ryan.

Sebelumnya, pada Rabu (19/8) lalu Bareskrim Mabes Polri mengungkap pelanggaran kekarantinaan kesehatan di tempat usaha hiburan malam Karaoke Executive Venesia BSD.

Dari dugaan awal pelanggaran Karantina Kesehatan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada saat itu, Polisi juga mendapati adanya praktik prostitusi yang dijalankan di tempat usaha hiburan Venesia.

Dalam penggerebekan 19 Agustus 2020 lalu iti, polisi mengamankan 13 orang diantaranya empat orang muncikari laki-laki, tiga muncikari perempuan, tiga kasir, seorang supervisor, manager operasional, dan general manager serta 47 orang diduga sebagai wanita pemandu lagu.

Dari lokasi usaha tersebut, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua bundel kuitansi, satu bundel voucher ladies, uang tunai Rp730 juta, tiga unit mesin EDC, 12 kotak alat kontrasepsi, satu bundel form penerimaan ladies, tiga unit komputer, satu mesin penghitung uang, tiga printer, 14 baju kimono sebagai kostum pekerja, dan dua lembar kuitansi hotel. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Prostitusi
  3. Ragam Konten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini