57 Calon Jemaah Haji Sumut Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan

Jumat, 26 Juni 2020 14:09 Reporter : Yan Muhardiansyah
57 Calon Jemaah Haji Sumut Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Jemaah haji padati Masjidil Haram. ©REUTERS/Umit Bektas

Merdeka.com - Keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini memungkinkan pengembalian setoran pelunasan biayanya. Hingga Jumat (26/6) sudah 57 calon jemaah asal Sumatera Utara (Sumut) yang mengajukan permohonan itu.

"Hingga hari ini yang mengajukan permohonan keseluruhannya berjumlah 57 calon jemaah, dengan rincian dari Kota Medan sebanyak 19 orang, Deli Serdang 6 orang, Langkat 1 orang, Dairi 2 orang, Asahan 1 orang, Labuhan Batu 3 orang, Padang Sidempuan 8 orang, Padang Lawas 10 orang, dan Madina (Mandailing Natal) 7 orang," kata Kabid Haji Kantor Kemenag Sumut, Muslim Lubis.

Ke 57 calon jemaah haji yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya haji merupakan bagian dari 8.328 kuota calon jemaah haji Sumatera Utara yang seharusnya diberangkatkan pada musim 2020. Namun keberangkatan mereka tertunda karena pandemi Covid-19 yang memaksa pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun ini.

Penarikan kembali uang pelunasan Bipih tidak berpengaruh pada nomor porsi calon jemaah. Setelah menarik uang itu, mereka cukup melunasi kembali biaya haji pada tahun 2021.

Pengembalian setoran pelunasan biaya haji ini sudah diatur berdasarkan Keputusan Menteri Agama No 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020M. Calon jemaah mendapat opsi untuk mengambil kembali setoran pelunasannya.

"Penarikan itu bukan untuk (uang) dasarnya Rp25 juta (yang ditarik), tapi yang tambahan sekitar 7 jutaan lah yang boleh diambil," jela Muslim.

Pengajuan permohonan penarikan itu harus dilakukan berjenjang, dimulai dari kepala kantor Kemenag kabupaten/kota. Pemohon harus menyertakan bukti asli setoran lunas Bipih (Biaya perjalanan ibadah haji) yang dikeluarkan Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih, fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah, serta fotokopi KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Selanjutnya, pengajuan akan diproses berjenjang mulai dari kantor Kemenag kabupaten/kota, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Lalu tahapan terakhir pihak BPKH akan memproses transfer dari Bank Penerima Setoran ke rekening jemaah. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Haji 2020
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini