500 Hari kasus Novel tak terungkap, Wakapolri ngaku sudah bekerja maksimal

Kamis, 1 November 2018 15:28 Reporter : Merdeka
500 Hari kasus Novel tak terungkap, Wakapolri ngaku sudah bekerja maksimal Novel Baswedan kembali bekerja di KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - 500 Hari sudah penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Polisi dari Polda Metro Jaya hingga kini belum mampu mengungkap kasus tersebut.

Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, membela anak buahnya. Menurut dia, selama ini penyelidikan sudah dilakukan secara maksimal.

"Proses penyelidikan maksimal sudah kita kerjakan," ucap Ari Dono di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (1/11).

Sebelumnya, banyak pihak putus asa polisi belum bisa menangkap pelaku sekaligus dalangnya. Mereka pun meminta agar Presiden Joko Widodo alias Jokowi segera membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Sampai sekarang pimpinan KPK belum pernah perjuangkan hal itu. Saya ucapkan terima kasih," ujar Novel.

Menurut Novel, seharusnya pimpinan KPK bisa menggunakan kekuatannya untuk mendorong Presiden Jokowi membentuk TGPF. Novel takut jika apa yang dialaminya akan diterima juga oleh penyidik KPK lainnya dan pegawai instansi lain.

"Tapi sejak awal sampaikan, saya tidak pernah meminta urusan penyerangan kepada saya dijadikan yang utama. Bagaimana dengan permintaan saya semua teror diungkap. Karena saya masih ingat dalam suatu kesempatan, pimpinan KPK menyampaikan juga, bahwa pimpinan KPK berkeinginan melindungi kami," kata Novel.

Novel menduga, kepolisian masih belum berani mengungkap lantaran merasa takut. Namun, jika Presiden Jokowi tak turun tangan, Novel takut sudah tak ada lagi keadilan bagi dirinya.

"Saya pikir pimpinan Polri takut untuk mengungkap, ada wajarnya. Pimpinan Polri bisa diintervensi oleh politik dan lain-lain. Pertanyaannya saya, kira-kira Presiden takut enggak mengungkap ini? Kalau Presiden takut mengungkap ini, saya sangat sedih. Mengapa? Karena Presiden adalah yang paling bisa diharapkan dan memimpin negara dan bangsa ini. Kalau beliau juga masih takut, kepada siapa lagi yang bisa menegakan keadilan di negeri ini," kata Novel.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber : Liputan6.com [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini