5 'Tuhan' Bakal Mencoblos di Pilkada Jember 2020

Senin, 19 Oktober 2020 17:15 Reporter : Muhammad Permana
5 'Tuhan' Bakal Mencoblos di Pilkada Jember 2020 Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak lima Tuhan dipastikan memiliki hak pilih dalam Pilkada Jember yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang, bersamaan dengan daerah lain. Namun bukan Tuhan yang sebenarnya. Sebab, mereka adalah lima warga ber-KTP Jember yang memiliki nama unik, yakni 'Tuhan'.

Kabar itu dibenarkan oleh komisioner bidang data dan informasi KPU Jember, Ahmad Hanafi. "Kelima warga dengan nama Tuhan itu masuk dalam DPT, tersebar di lima kecamatan yang ada di Jember," ujar Hanafi saat ditemui di kantor KPU Jember, Senin (19/10).

Jumlah lima 'Tuhan' di Jember ini berkurang dari Pemilu sebelumnya. Pada Pilpres 2019 lalu, terdapat enam warga Jember bernama Tuhan yang punya hak pilih. Satu warga bernama Tuhan yang berasal dari Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang telah meninggal dunia.

Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU Jember, lima 'Tuhan' itu tersebar di lima kecamatan. Yakni Arjasa, Balung, Patrang, Kencong dan Sumberbaru. Hal itu berdasarkan pembaruan akhir yang ditetapkan dalam Rapat Pleno KPU Jember dengan agenda rekapitulasi DPT pada pada 15 Oktober 2020 lalu.

"Tuhan yang di Kecamatan Balung akan mencoblos di TPS 015, Tuhan di Kecamatan Kencong di TPS 048, Tuhan di Kecamatan Arjasa di TPS 008, Tuhan di Sumber baru akan memilih di TPS 013, dan Tuhan terakhir dari di Kecamatan Patrang akan memilih di TPS 007," jelas mantan jurnalis televisi swasta ini.

Berdasarkan rapat pleno yang sama, DPT Pilkada Jember tahun ini sebanyak 1.825.386 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan DPT Pilkada 2015 lalu yakni 1.892.435 pemilih. Sedangkan jumlah TPS yang akan didirikan sebanyak 4752 TPS yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Jumlah ini lebih banyak dari Pilkada 2015 lalu sebanyak 4347 TPS.

Bertambahnya TPS ini akibat pengurangan kapasitas TPS karena pandemi Covid-19. Jika pada Pilkada 5 tahun lalu jumlah kapasitas per TPS 800 orang, saat ini akan dibatasi maksimal hanya 500 orang.

"Karena pandemi Covid-19 jumlahnya dikurangi maksimal hanya 500 orang saja," pungkas Hanafi. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini