5 Terduga teroris di Bandung belajar langsung dari Bahrun Naim

Selasa, 15 Agustus 2017 16:31 Reporter : Andrian Salam Wiyono
5 Terduga teroris di Bandung belajar langsung dari Bahrun Naim Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap lima terduga teroris di Bandung. Kelima orang yang ditangkap ini merupakan jaringan Jemaah Anshar Daulah (JAD) Bandung Raya yang juga berafiliasi dengan ISIS di bawah naungan Bahrun Naim.

"Ini kelompok JAD Bandung. Ini kelompok yang belajar langsung dari Bahrun Naim ISIS," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus saat ditemui di lokasi penggeledahan rumah terduga teroris di Kampung Jajaway Timur, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Kota Bandung, Selasa (15/8).

Lima terduga teroris ini ditangkap secara berkelanjutan di tiga tempat berbeda yakni di Kecamatan Kiaracondong, dan Kecamatan Antapani. Pria berinisial YP ditangkap di Kampung Jajaway sekitar pukul 07.30 WIB. Lalu R alias I ditangkap di Jalan Parakan Saat, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antpani. Selanjutnya AK, AR dan SH ditangkap di Pasukan Elit tersebutdi Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung.

"Mereka berturut-turut diamankan sampai pukul 09.30 WIB," ujarnya.

Dia mengatakan, AK dan AR ini merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yang belajar tentang bom lewat blog Bahrun Naim. Pasutri ini juga pernah dideportasi dari negara Hongkong karena pernah mengajarkan paham radikal.

"Itu pernah dideportasi tiga tahun lalu," sebutnya.

Menurutnya, lima terduga teroris yang diamankan saat ini masih dalam pemeriksaan Tim Densus 88 Mabes Polri. Pihaknya masih melakukan pengembangan untuk kembali mencari jaringan kelompok tersebut yang masih ada keterkaitan dengan bom panci, Buah Batu Bandung pada Juli 2017 lalu.

Pantauan merdeka.com, pukul 16.15 WIB, aparat masih melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik Y yang berada di pinggiran Sungai Cidurian tersebut. Aparat dibantu Tim Inafis Polda Jabar keluar masuk rumah membawa sejumlah barang bukti yang diamankan dari dalam rumah. Sebagian dari mereka menutup wajah dengan masker khusus karena diketahui di dalam rumah ditemukan banyak bahan kimia. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini