5 Modus unik curanmor, dari pacari hingga eksekusi korban di ranjang

Jumat, 6 Maret 2015 06:15 Reporter : Ya'cob Billiocta
5 Modus unik curanmor, dari pacari hingga eksekusi korban di ranjang Ilustrasi. ©2014 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), selalu menghantui warga. Berbagai modus dipakai pelaku untuk mendapatkan kendaraan korban, ada yang menggunakan kekerasan entah dengan senjata tajam atau pistol, hingga modus yang sebelumnya tak disangka-sangka.

Di beberapa kasus, pelaku bahkan membutuhkan waktu berhari-hari untuk menggondol motor korban. Tidak ada kekerasan apalagi paksaan, tetapi sebagai gantinya pelaku rela menyerahkan tubuhnya demi mendapat motor korban.

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, pelaku curanmor ternyata tidak sembarangan membidik calon korban. Dia memilih target yang tentunya sesuai dengan standar pelaku.

Meski modusnya berbeda dari kebanyakan pencuri lain, tetapi pelaku juga memiliki rencana cadangan jika aksinya tiba-tiba diketahui korban.

Berikut modus-modus unik pelaku curanmor:

1 dari 5 halaman

Awalnya pacari korban, taunya curi motor buat beli tiket konser

Pelaku Curanmor. ©2013 Merdeka.com/parwito

Dengan modus berpura-pura pacari korbannya, Alif Setiawan alias Rega Pratama (19) warga Segawe, Tunggul Rejo, Jumantono, Karanganyar berhasil menggasak sepeda motor korban. Sayang aksi yang kedua kali dia lakukan dilaporkan ke pihak berwajib.

Sebuah sepeda motor Honda Beat bernopol AD 4436 NO, milik kekasihnya bernama Audi Permatasari (19) warga Pondok, Grogol, Sukoharjo harus lepas dari genggamannya.

Saat mulai menemukan sasaran, pelaku berpura-pura memacari korban dengan janji dan rayuan gombal. Makin lama, hubungan antara pelaku dan korban pun makin dekat dan intim layaknya sepasang kekasih.

Alif lantas meminta korban untuk menjemput dirinya di dekat traffic light pertigaan Sumber, Banjarsari, Solo. Setelah bertemu, keduanya pergi ke sekitar Kampus Universitas Islam Batik (Uniba) Solo.

Berdalih akan menjemput temannya, dia meminta korban untuk turun dari sepeda motor. Alif pun pergi entah ke mana. Nahas bagi Audy, setelah lama ditunggu, kekasihnya itu tak kunjung kembali. Curiga dan kesal dengan perbuatan Alif, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Laweyan Solo.

Kanitreskrim Polsek Laweyan, AKP Agus Pamungkas, membenarkan kejadian tersebut. Alif melakukan perbuatannya. Dia baru tertangkap akhir 2014, saat mengendarai sepeda motor hasil penggelapan di daerah Pagotan, Madiun, Jawa Timur.

"Dia tertangkap saat ada operasi lalu lintas,karena tidak memiliki surat-surat kelengkapan kendaraan. Setelah ditelusuri, ternyata kendaraan yang dibawa pelaku bermasalah dan polisi pun menahan pelaku," ujar Agus kepada wartawan, Sabtu (3/1).

Alif mengaku akan menjual sepeda motor tersebut ke daerah Ponorogo seperti pernah dia lakukan sebelumnya. Uang hasil penjualan akan digunakan untuk menonton konser grup band Endank Soekamti.

"Mau saya jual ke Ponorogo, duitnya buat nonton konser Endank Soekamti," pungkasnya.

2 dari 5 halaman

Buat korban klepek-klepek di ranjang

Janda pencuri motor bermodus ML. ©2015 Merdeka.com

Dewi Puspita Sari (26) janda beranak satu, ini nekat mencuri motor. Sebelum melakukan aksinya, janda asal Lumajang Jawa Timur, ini membuat korbannya 'klepek-klepek' di ranjang.

"Kalau dia sudah lemas dan puas, pasti tidak sadar kalau saya kabur bawa motornya. Kalau terbangun, bilang alasan beli rokok atau minuman," ungkap Dewi enteng di hadapan petugas Polsek Denpasar Barat, Rabu (25/2) Bali.

Dewi ditangkap usai kencan dengan korban di sebuah penginapan Jalan Pidada Denpasar. Saat itu korban yang sudah kecapekan usai perang syahwat, tidak menyangka nikmatnya membawa sengsara.

Cara janda ini menggoyang korbannya pun unik, dengan hanya modal nekat perkenalan sesaat. Korban langsung digaetnya ke sebuah penginapan.

"Saya sih pilih-pilih juga mas. Pilih motornya pilih orangnya juga, tidak asal comot saja. Eman-eman punyakulah mas," akunya dari dalam jeruji sel.

3 dari 5 halaman

Pura-pura jadi pasangan suami istri

Suami istri palsu yang gelapkan motor leasing. ©2014 Merdeka.com

Seorang pria berinisial MAJ (26) dan seorang wanita berinisial NW (18) ditangkap petugas Polsek Serpong, Kota Tangsel, Jumat (5/12). Penyebabnya, keduanya nekat memalsukan identitas dengan berpura-pura menjadi suami istri untuk mengkredit motor.

Setelah motor diserahkan pihak leasing, kedua pelaku tersebut langsung menjualnya meski tak dilengkapi BPKB. Aksi pencurian dengan modus penipuan identitas tersebut pun terkuak. Menurut Kapolsek Serpong, Kompol Arman pasangan yang bertemu di tempat hiburan yang ada di Kecamatan Setu, Kota Tangsel itu bukan pasangan suami istri.

"Mereka memalsukan identitas agar bisa kredit motor. Setelah motor diserahkan, mereka jual, dan mereka lalu melaporkan kepada leasing bahwa motor mereka hilang," katanya.

Penipuan tersebut kerap dilakukan keduanya dengan melakukan permohonan kredit tidak hanya pada satu leasing. Dalam kejahatan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan tersangka wanita lain, yakni DA.

"Setelah membayar uang muka dan uang setoran bulan pertama, keduanya lantas menjual motor tersebut. Pelaku membuat identitas palsu dengan nama yang berbeda-beda, tetapi dengan foto yang itu-itu saja," terangnya.

Setelah petugas mendapat laporan dari leasing, polisi pun kemudian melakukan penyelidikan. "Uniknya lagi, keduanya membuat laporan kehilangan. Setelah surat hilang keluar, mereka menyerahkan ke leasing dengan maksud mendapat motor baru atau angsuran mereka dihentikan," tuturnya.

4 dari 5 halaman

Parkiran di mal pun tak aman

Parkiran motor di IRTI. ©2014 Merdeka.com/Faiq

Parkir resmi di pusat perbelanjaan tidak menjamin kendaraan aman. Ada modus baru dari pelaku curanmor yang saat ini menyasar parkiran motor di mal. Pelaku menggunakan blanko kehilangan karcis parkir untuk menggasak motor korbannya.

Dedy Hartadi (44) warga Jalan Pamularsih Barat VIII, Kota Semarang adalah korban dari modus baru ini. Dia kehilangan sepeda motor Honda Vario bernopol H 5567 EQ di parkiran motor Mal Paragon. Padahal karcis parkir masih dia pegang. Diduga pelaku beraksi dengan modus menukarkan blanko kehilangan karcis parkir.

"Saat saya hendak pulang mendapati motor di parkiran telah tidak ada di tempat," kata Dedy saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polrestabes Semarang Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/12).

Dia mengaku memang kunci kontaknya tertinggal di bagasi motor. Saat itu Dedy sibuk mengurus anaknya yang rewel sehingga melupakan kunci kontak yang masih menempel di bagian bagasi motornya.

Dedy segera melapor pada petugas di loket parkir. Dia menanyakan apakah ada pengendara motor yang keluar tanpa menunjukkan karcis parkir. Petugas loket yang bernama Rahmatul Umma menjawab ada.

"Pengendara itu menggunakan blanko kehilangan karcis parkir," ungkap Dedy.

Setelah dicek, ternyata hanya ada satu blanko kehilangan karcis parkir yang dikeluarkan. Dedy menduga pelaku berjumlah dua orang. Satu menggunakan karcis parkir asli untuk mengeluarkan motor curian, sementara lainnya melaporkan kehilangan karcis parkir untuk motornya sendiri.

"Salah satu pelaku bawa blanko surat keterangan karcis hilang untuk motornya sendiri. Jika ditanya STNK oleh petugas parkir, pelaku mampu menunjukkan STNK motor miliknya," ujar Dedy.

Modus tersebut didukung dengan sistem parkir di Mall Paragon yang tidak mengadakan pemeriksaan STNK sebelum motor keluar. Hal ini menjadikan pelaku bebas mengeluarkan motor incarannya tanpa harus dicurigai oleh petugas parkir.

5 dari 5 halaman

Pura-pura tawuran

Pelaku Tawuran. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Aksi perampokan di Palembang mulai menggunakan cara baru. Jika sebelumnya secara sembunyi dan terang-terangan, kini dilakukan dengan modus berpura-pura tawuran. Ironisnya, para pelaku masih berusia belasan tahun.

Hal itu diketahui dari laporan M Zulfikri Firdaus (19), warga rumah susun di Jalan Radial, RT 1 RW 1, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, ke Polsek Kalidoni Palembang, Senin (1/12). Dia menjadi korban perampokan sehingga kehilangan sepeda motor miliknya jenis Honda Beat warna merah BG 4115 IB.

Di hadapan petugas, Firdaus mengatakan, peristiwa itu dialaminya saat hendak pulang ke rumahnya, Minggu (30/11) malam. Saat melintas di Jalan Sekojo, Kecamatan Kalidoni, Palembang, dia melihat sekelompok remaja tawuran.

Karena takut, korban dan temannya berhenti sejenak tak jauh dari lokasi sambil menunggu tawuran itu bubar. Bukannya bubar, para pelaku yang belum diketahui identitasnya itu malah menghampiri korban. Para pelaku meminta paksa motor korban dengan ancaman senjata tajam dan golok yang sebelumnya digunakan untuk tawuran.

"Tadinya mereka tawuran tapi begitu melihat saya, mereka rampas motor saya. Ternyata, mereka pura-pura tawurannya," ungkap Firdaus.

Usai mendapatkan barang rampokan, para remaja tertawa terbahak-bahak di depan korban sambil menuturkan kalimat riang.

"Tawuran pura-pura kita berhasil, ada juga orang tertipu," ujar Firdaus menirukan teriakan para pelaku. [cob]

Baca juga:
Kurang dari 2 menit, pencuri gasak motor di parkiran saat ramai
Polisi razia pasar penadah onderdil motor bekas di Malang
Ini deretan motor matik sampai laki yang disita dari rumah penadah
Tim Kancil gerebek rumah penadah, 116 motor hasil curian disita
Beda perlakuan Polisi & sipil jika jadi korban kriminal di Pekanbaru

Topik berita Terkait:
  1. Curanmor
  2. Pencurian
  3. Top List
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini