5 Cerita pilu di balik hilangnya pesawat AirAsia QZ8501

Selasa, 30 Desember 2014 06:30 Reporter : Mardani
5 Cerita pilu di balik hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 Air Asia Search Area. ©2014 Merdeka.com/google maps/ djoko poerwanto

Merdeka.com - Pesawat AirAsia QZ 8501 dengan rute Surabaya-Singapura hilang kontak setelah tinggal landas dari Bandara Juanda menuju ke Bandara Changi Singapura, Minggu (28/12) pagi. Sejak hilang kontak, pesawat yang tinggal landas sekitar pukul 05.36 WIB itu belum diketahui keberadaannya.

Upaya pencarian pun langsung dilakukan oleh pemerintah. Dari Tim SAR hingga TNI dilibatkan untuk mencari pesawat yang membawa 137 orang dewasa, 17 anak-anak, 1 bayi dan 7 kru tersebut.

Namun, hingga pagi ini pesawat yang dipiloti oleh Kapten Irianto itu belum juga berhasil ditemukan. Basarnas menduga pesawat jatuh dan berada di dasar laut. Posisinya diduga berada di Selat Karimata.

Kabar hilangnya pesawat sontak membuat kaget semua pihak, khususnya keluarga penumpang, pilot dan kru pesawat.

Mereka sedih dan khawatir akan nasib anggota keluarga mereka yang berada di dalam pesawat. Mereka berharap pesawat dapat segera ditemukan dan semua orang yang ikut dalam penerbangan itu selamat.

Berikut cerita sedih di balik hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 seperti dirangkum merdeka.com;

1 dari 5 halaman

Putri pilot AirAsia: Cepat pulang pa, kakak bentar lagi ultah

Putri pilot AirAsia. ©path.com

Angelamy Priono, putri Kapten Pilot Irianto, tak kuasa menahan resah dan sedih atas hilangnya pesawat AirAsia yang dipiloti sang ayah. Dalam akun media sosial Path miliknya, Angelamy mengungkap rindunya kepada sang ayah. Dia ingin, agar sang ayah dapat ditemukan dengan selamat dan bisa kembali pulang bersama keluarga.

"Papa pulang, kakak masih butuh papa. Kembalikan papaku. Papa pulang pa. Papa harus ketemu, papa harus pulang," kata Angelamy pemilik akun Twitter @angelamy_priono dikutip merdeka.com, Senin (29/12).

Kesedihan bertambah, ketika Angelamy ditinggal oleh sang ayah saat hendak merayakan ulang tahun. Dia ingin agar Irianto segera pulang ke rumah.

"My twins, my hero, my everything. Please, go home. I miss you so much. Kakak bentar lagi ultah papa, papa," tulis Angelamy.

Topik pilihan: AirAsia | Maskapai Penerbangan

2 dari 5 halaman

Duka Natasia, seluruh keluarganya hilang bersama AirAsia

Natasia memegang foto ayah, ibu, kakak dan adiknya. ©2014 Merdeka.com/Andriansyah

Kesedihan terlihat jelas dari wajah Ciara Natasia (15), warga Perum Nirwana Eksekutif, Surabaya, Jawa Timur. Pasalnya, seluruh anggota keluarganya yang terdiri dari Heru Mantotanus (ayah), Indah Juliansih (ibu), Niko Geovani (kakak) dan Justin Geovani (adik) menjadi penumpang di pesawat AirAsia yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Bersama dengan kakak orangtuanya, Linda Patrisia dan pengasuhnya sejak bayi, Nana Fariawati, Ciara mendatangi Posko Crisis Center PT Angkasa Pura I di Terminal 2 (T2) Bandara International Juanda Surabaya di Sidoarjo, Senin (29/12) kemarin. Dia datang dengan terus memeluk foto keluarganya sembari meneteskan air mata.

"Adik saya dalam rangka mengantar keluarganya sekaligus menjenguk anaknya yang sekolah di Singapura, keponakan saya ini (Ciara Natasia). Mereka naik AirAsia," terang Linda sembari menenangkan keponakannya itu.

Topik pilihan: AirAsia | Maskapai Penerbangan

3 dari 5 halaman

Cucu penumpang AirAsia mimpi neneknya berpakaian pengantin

Kerabat penumpang AirAsia di Bandara Juanda. ©AFP PHOTO/JUNI KRISWANTO

Cucu salah satu penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 mengaku sempat bermimpi neneknya mengenakan busana pengantin. Hal ini diceritakan Lili, warga Pakuwon Indah, Surabaya saat berada di Posco Crisis Center Terminal 2 Bandara Juanda.

Saat itu Lili mencari informasi tentang ibunya, Jo Indri, yang menumpang pesawat dengan rute Surabaya-Singapura itu. Lili mengatakan, sebelum ibunya itu berlibur ke Singapura bersama keluarganya yang lain dia tidak memiliki firasat apa-pun, terkait peristiwa ini. Bahkan, mereka sempat nonton bioskop usai perayaan Natal lalu.

"Mama saya berangkat bersama lima anggota keluarga saya yang lain. Ada juga saudara saya, Meiji Tedjakusuma, suaminya Charlie Gunawan dan tiga anaknya," terang Lili.

Sebelum berangkat ke Singapura dengan Pesawat Air Asia, lanjut Lili, tiga hari lalu, mereka ramai-ramai merayakan Natal bersama.

"Kami sempat ramai-ramai merayakan Natal. Bahkan setelahnya juga nonton bioskop ramai-ramai."

Topik pilihan: AirAsia | Maskapai Penerbangan

4 dari 5 halaman

Ibunda Wismoyo, pramugara AirAsia shock dan terkulai lemas

Kerabat penumpang AirAsia di Bandara Juanda. ©AFP PHOTO/JUNI KRISWANTO

Hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura membuat keluarga Wismoyo Arie Prambudi alias Yoyok, salah satu Flight Attendant (pramugara) pesawat tersebut berduka. Rumah keluarga Wismoyo di Dusun Jetak Lor RT 01 RW 09, Kelurahan Bareng Lor, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, hingga Senin (29/12), siang terus didatangi keluarga dekat dan sejumlah warga. Mereka menanti kepastian kabar hilangnya pesawat nahas tersebut.

Sri Sumingsri, ibunda Yoyok bahkan shock mendengar kabar tersebut. Wanita setengah baya ini terkulai lemas duduk di kursi menanti kepastian anak kebanggaannya. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, saat ditemui oleh para awak media. Meski terpukul, dia terus memantau kabar anaknya melalui siaran televisi.

"Semoga Yoyok selamat, doakan ya. Semoga tidak terjadi apa-apa," pinta Sri kepada sejumlah kerabat yang mengunjungi kediamannya.

Topik pilihan: AirAsia | Maskapai Penerbangan

5 dari 5 halaman

BBM keluarga, Yoyok ngaku seharusnya tak terbang ke Singapura

Pramugara AirAsia. ©facebook.com

Wismoyo Arie Prambudi alias Yoyok, Flight Attendant (pramugara) AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak, sejak Minggu (28/12/) kemarin sempat menghubungi keluarganya di Klaten melalui BlackBerry Messenger (BBM). Sebelum terbang Yoyok bahkan sempat mengganti display picture (DP) pada BlackBerry pribadinya.

"Yoyok terakhir mengontak kami pada Sabtu siang (27/12). Ia sempat BBM dan ganti DP, selepas makan di sebuah restoran. Pada hari itu seharusnya Yoyok tidak pergi ke Singapura," ujar Agus Riyanta kerabat dekat Yoyok, kepada wartawan, Senin (28/12).

Lebih lanjut Agus mengemukakan, Yoyok pernah menghubungi ibunya (Sri Sumingsri) jika sebenarnya dia libur di hari itu.

"Kata bulik Sri (ibunda Yoyok) harusnya dia libur. Namun mungkin saja dia masuk menggantikan temannya. Biasanya dia juga tidak pernah terbang ke Singapura, tapi ke Malaysia atau Thailand," katanya. [dan]

Baca juga:
Pencarian AirAsia diperluas jadi 13 area
Cerita haru sosok Bobby, salah satu penumpang pesawat AirAsia
Momen-momen di menit terakhir hilangnya AirAsia QZ 8501
Kodam XII Tanjungpura kerahkan 1 Kompi Yonif 631 cari AirAsia
Hari ketiga pencarian AirAsia, TNI AU kerahkan dua pesawat
Lima kecelakaan pesawat terdahsyat sepanjang masa

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini