5 Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Tugu Pancoran dan Bundaran HI Dibebaskan

Kamis, 24 Oktober 2019 07:37 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
5 Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Tugu Pancoran dan Bundaran HI Dibebaskan Aktivis Greenpeace. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima relawan Greenpeace diamankan polisi akhirnya dipulangkan. Kelima relawan ini sebelumnya diamankan setelah memanjat dan membentangkan spanduk bertuliskan 'Orang Baik Pilih Energi Baik' di Patung Dirgantara atau Pancoran, Jakarta Selatan.

"Kelimanya sudah dipulangkan," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Arie Rompas, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (24/10).

Arie menyebutkan, lima relawan pemanjat dan pembentang spanduk di Tugu Pancoran tersebut dipulangkan lebih awal yakni sekitar pukul 15.00 WIB sejak diamankan pukul 09.00 WIB, Rabu (23/10) kemarin.

Berbeda dengan lima relawan lainnya yang diamankan di Patung Selamat Datang Bundaran HI yang harus diproses lebih lama dan dipulangkan sekitar pukul 21.00 WIB.

Ia mengatakan, lima relawan pemanjat dan pembentang spanduk di Tugu Pancoran hanya diamankan di Polsek Menteng, Jakarta Selatan dan diproses oleh Satpol PP setempat. Sedangkan lima relawan yang diamankan di Bundaran HI diproses di Polres Metro Jakarta Pusat.

"Jadi yang di Pancoran hanya diproses di polsek, yang di Bundaran HI diproses di Polres Jakarta Pusat," kata Arie.

Selain itu, lanjut Arie, tiap-tiap relawan baik yang di Pancoran dan Bundaran HI sama-sama dipulangkan tanpa diproses hukum, karena perbuatan mereka tidak terbukti melakukan perbuatan pidana.

"Jadi diperiksa saja dan tidak ditemukan bukti melakukan tindak pidana, karena mereka profesional tidak merusak apa pun dan tidak mengganggu fasilitas umum, mereka tidak mengganggu karena semua alat-alat dibersihkan tidak ada yang ditinggalkan, kemudian mereka juga tidak merusak apa pun sesungguhnya tidak ada yang mengganggu kepentingan umum, cuma memasang spanduk aja," kata Arie.

1 dari 1 halaman

Aksi Mengingatkan Presiden Jokowi dan Menteri Baru

Aksi ini dilakukan relawan Greenpeace merupakan yang pertama di dua tugu ikonik yang ada di Jakarta, tujuannya untuk mengingatkan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri yang baru dilantik untuk memprioritaskan dua hal terkait lingkungan di Indonesia.

Arie mengatakan pemasangan spanduk berwarna kuning berisi dua pesan tersebut tujuannya untuk menyampaikan kepada pemerintahan yang baru dipilih dan kabinet yang baru tersusun untuk memprioritaskan dua sektor, yakni sektor energi dan sektor kehutanan.

Sektor energi untuk beralih pada energi terbarukan, dan meninggalkan energi kotor batu bara, juga untuk menyelamatkan hutan dan menjaga yang masih tersisa serta melawan para perusak hutan.

"Dua sektor ini menjadi sangat penting itu harus jadi prioritas jika pemerintah ingin bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan masalah lingkungan dan juga melawan perubahan iklim, karena ini berkaitan dengan isu global," kata Arie.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengamankan lima orang pemanjat dan pembentang spanduk di Patung Dirgantara atau Pancoran, Rabu (23/10).

Lima orang tersebut merupakan relawan Greenpeace terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan, yakni Pani (27), Mulai, Jainudin, Indah, dan Anggara.

Kelima aktivis ini membentangkan spanduk berukuran 5x5 meter berisi pesan yang ditujukan untuk mengingatkan Presiden Jokowi beserta kabinet menteri yang baru dilantik untuk menghentikan penggunaan energi kotor sebagai upaya mencegah perubahan iklim ekstrem di Indonesia, dan menyelamatkan hutan yang tersisa dari kerusakan dan para perusak hutan.

Spanduk berwarna kuning dipasang pada dua sisi patung kanan dan kiri. Spanduk kiri bertuliskan "orang baik pilih energi yang baik, Greenpeace #Reformasi dikorupsi. Lalu tulisan spanduk sebelah kanan "lawan perusak hutan, "Greenpeace" #Reformasi dikorupsi". [gil]

Baca juga:
Aktivis Lingkungan yang Pasang Spanduk di Patung Selamat Datang Diamankan Polisi
Usai di Pancoran, Spanduk Peduli Lingkungan Muncul di Patung Selamat Datang HI
Aksi Bersihkan Indonesia dari Korupsi Politik di Bisnis Batu Bara
Greenpeace Sebut Ribuan Hektare Tanah Prabowo Cerminkan Ketimpangan Penguasaan Lahan
Aksi Greenpeace Soroti Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk di Asia Tenggara
Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Asia Tenggara
Pemerintah Dinilai Bersalah Atas Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan, Inilah Alasannya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini