4.682 Babi di Sumut Mati Karena Terjangkit Virus Hog Cholera

Kamis, 7 November 2019 11:33 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
4.682 Babi di Sumut Mati Karena Terjangkit Virus Hog Cholera Bangkai babi ditemukan di aliran Sungai Bederah. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Azhar Harahap, mengatakan sebanyak 4.682 ekor babi yang ditemukan mati diduga terjangkit virus Hog Cholera.

"Mengenai penyebaran virus hog cholera pada ternak babi di Sumut sebanyak 4.682 ekor dan terjadi di 11 kabupaten/kota di Sumut," kata Azhar dilansir Antara, Kamis (7/11).

Pihaknya telah mengambil langkah-langkah yaitu salah satunya langsung turun ke lokasi Kabupaten/Kota yang terkena wabah, melakukan monitoring sekaligus pengambilan sampel.

"Kita juga memberikan vaksin pada ternak yang masih sehat," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Surat Edaran Gubernur Sumut

Selain itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga telah mengeluarkan surat edaran kepada Bupati dan Wali kota untuk menekan wabah ini, yakni dengan tidak membuang bangkai babi yang terinfeksi hog cholera sembarangan.

"Untuk hog cholera ini tidak berbahaya pada masyarakat dan penularannya hanya dari babi ke babi. Tidak menular ke ternak lain dan manusia. Bahkan dikonsumsi manusia juga tidak ada masalah," jelasnya.

Adapun sebelas kabupaten/kota itu di antaranya Deliserdang, Humbang Hasundutan, Dairi, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir. [ray]

Baca juga:
Puluhan Ekor Babi di Sumut Mati Mendadak, Diduga Terjangkit Hog Cholera
Ribuan Kilogram Jambu dan Bibit Strawberry Impor Mengandung Virus dan Serangga
Walau Belum Ada Obat untuk Cacar Monyet, Namun Risiko Kematian Sangat Kecil
Alat Pemindai Virus Cacar Monyet Disiagakan di Bandara Pekanbaru
Mengenal Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox yang Baru Saja Masuk Singapura

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini