40.076 Siswa SMK se Sulsel Tetap UNBK, Peserta Ujian Dilarang Kontak Langsung

Senin, 16 Maret 2020 12:56 Reporter : Salviah Ika Padmasari
40.076 Siswa SMK se Sulsel Tetap UNBK, Peserta Ujian Dilarang Kontak Langsung foto ilustrasi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 40.076 siswa SMK se Sulawesi Selatan tetap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin, (16/3) di tengah ancaman penularan virus covid-19.

Disdik Provinsi Sulsel sebelumnya telah melakukan antisipasi melalui surat edaran yang dikeluarkan kemarin. Salah satu poinnya, siswa dilarang melakukan kontak fisik langsung dengan sesama peserta ujian baik sebelum, selama dan setelah ujian.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Basri, yang dikonfirmasi menjelaskan, berbeda dengan delapan provinsi yang telah dirilis Kemenkes RI sebagai daerah terdampak covid-19, Sulawesi Selatan masih kategori aman. Delapan daerah itu adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Utara dan Pontianak.

"Sulsel masih kategori aman, jadi iya kita percaya diri (gelar ujian) meski demikian kita tetap pantau tiap perkembangan detik per detik. Kemarin kita telah keluarkan edaran agar siswa peserta ujian terhindar dari penularan covid-19," kata Basri.

UNBK ini, kata Basri, akan berlangsung hingga 19 Maret mendatang. Adapun untuk siswa SMA, akan ujian 30 Maret mendatang hingga 2 April.

Surat edaran yang dikeluarkan ini, kata Basri, memuat delapan poin. Antara lain, sesama peserta ujian dilarang berinteraksi fisik secara langsung seperti bersalaman sebelum, selama dan sesudah ujian.

Peserta ujian juga harus mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah ujian. Tidak memaksakan diri hadir di sekolah bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam/gangguan pernafasan.

"Khusus bagi peserta ujian yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam itu, dapat mengikuti ujian pada waktu yang lain yang akan ditetapkan Pusat Asesmen dan Pembelajaran," kata Basri.

Kepada panitia penyelenggara ujian, kata Basri, diminta memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian.

"Peserta ujian tidak boleh saling meminjam alat tulis dan peralatan lain," pungkas Basri. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini