4 Tokoh Indonesia jadi nama jalan di luar negeri

Kamis, 10 Mei 2018 06:12 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
4 Tokoh Indonesia jadi nama jalan di luar negeri Jalan Sukarno Pakistan. ©2018 Google

Merdeka.com - Beberapa nama jalan di kota-kota Indonesia menggunakan nama pahlawan. Tujuannya agar masyarakat bisa mengenal dan mengenang jasa mereka. Tak hanya di dalam negeri, nama pahlawan dan tokoh terkenal Indonesia juga digunakan sebagai nama jalan di kota-kota di luar negeri.

Selain karena jasanya, pemberian nama jalan ini juga berkaitan dengan hubungan kedua negara. Berikut beberapa negara yang memberi nama jalan di kota mereka dengan nama tokoh di Indonesia:

1 dari 4 halaman

Jalan Ir Soekarno

Jalan Sukarno Pakistan. ©2018 Google

Nama Soekarno menjadi nama jalan di Pakistan, yaitu Soekarno Road. Jalan itu dekat Peshawar. Ada juga dua tempat di Pakistan yang menggunakan nama Soekarno, yaitu Soekarno Square Khyber Bazar, Peshawar, dan Sukarno Bazar, Lahore. Penamaan ini menjadi salah satu cara untuk mengenang jasa Soekarno yang sudah membantu Pakistan saat konflik dengan India.

Bahkan hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat jasa Bung Karno yang mengirim TNI AL berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India di tahun 1965. Sebaliknya, pendiri Pakistan Quaid Azzam Ali Jinnah pernah meminta menahan seluruh pesawat Belanda yang singgah di Pakistan pada 1947, ketika Belanda ingin menyerang Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga menghargai jasa prajurit Pakistan, yang ketika itu ikut rombongan sekutu. Rombongan ratusan prajurit Pakistan itu tadinya diperintahkan menyerang Indonesia ketika sekutu sampai di Surabaya November 1945. Namun mereka berontak dan memilih berperang di sisi Indonesia. Dari total 600 tentara Pakistan, sebanyak 500 orang gugur di Surabaya. Pada Agustus 1995, Indonesia memberikan medali Indenpendece War Awards kepada tentara Pakistan ini.

2 dari 4 halaman

Jalan Munir Said Thalib

Jalan Munirpad di Belanda. ©2015 merdeka.com/sapto anggoro

Nama Almarhum Munir Said Thalib atau yang lebih dikenal dengan panggilan Munir dijadikan sebagai nama jalan di Kota Den Haag, Belanda. Pemerintah Belanda menamakan jalan tersebut "Munirpad, Indonesische voorvechter van de bescherming de rechten van de mens" atau "Jalan Munir, Advokat pejuang HAM Indonesia".

Nama Jalan Munir itupun nantinya juga akan berada dalam satu kawasan, dengan beberapa nama jalan lainnya, yang juga dinamai dengan nama-nama tokoh terkenal di dunia.

3 dari 4 halaman

Raden Adjeng Kartini

RA Kartini Belanda. ©2018 Google

Raden Adjeng Kartini dikenal di Indonesia sebagai pejuang hak-hak emansipasi wanita. Kartini juga dikenal oleh negara lain sebagai seorang tokoh feminis dari Indonesia. Salah satunya adalah Belanda. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Kartini, negeri kincir angin tersebut mengabadikan nama pahlawan asal Jepara, Jawa Tengah, itu sebagai nama jalan. Tak hanya satu, tetapi empat tempat sekaligus.

Keempat nama jalan yang dalam bahasa Belanda disebut R.A Kartinistraat berlokasi di kota Utrecht, wilayah Haarlem, Kota Venlo, dan kota Amsterdam. Semasa hidupnya, Kartini memang sering mengirimkan surat-surat dan tulisannya pada surat kabar di Belanda. Tak heran jika namanya dikenal dengan baik oleh negara kincir angin tersebut.

4 dari 4 halaman

Jalan Mohammad Hatta

Jalan Mohammad Hatta Belanda. ©2018 Google

Wakil Presiden Mohammad Hatta diketahui pernah menimba ilmu di negeri Belanda. Selama di negeri kincir angin tersebut, Hatta dikenal sebagai aktivis kemerdekaan Indonesia. Pada 1987 Walikota R.H Claudius menggunakan nama Mohammad Hatta sebagai nama jalan. Lokasi Mohammad Hattastraat atau Jalan Mohammad Hatta berada kawasan Harleem, Belanda.

Sampai pada 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar. Namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

[mtf]
Topik berita Terkait:
  1. Tokoh Sejarah
  2. Tokoh Inspiratif
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini