4 Teroris Poso Diduga di Sigi-Parigi Moutong, Operasi Madago Raya akan Diperpanjang

Kamis, 16 Desember 2021 14:05 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
4 Teroris Poso Diduga di Sigi-Parigi Moutong, Operasi Madago Raya akan Diperpanjang Satgas Madago Raya Kejar 4 DPO Terduga Teroris. ©2021 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Operasi gabungan TNI/Polri dalam mengejar sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kemungkinan besar akan kembali diperpanjang pada 2022.

Wakil Satgas Humas Operasi Madago Raya, AKBP Bronto Budiono mengatakan, operasi bersandi Madago Raya yang masuk dalam tahap ke IV/2021 itu akan selesai pada akhir Desember.

Menurut dia, operasi itu kemungkinan besar akan terus diperpanjang hingga empat orang anggota MIT Poso yang tersisa berhasil ditangkap atau menyerahkan diri.

"Kemungkinan besar operasi Madago Raya akan diperpanjang, sampai keempatnya tertangkap atau menyerahkan diri," kata Bronto, Kamis (16/12).

Dia mengatakan, operasi selanjutnya akan terus dilakukan setelah keempat DPO teroris Poso tersebut ditangkap.

Saat ini, Satgas Madago Raya tengah memfokuskan kerja dalam bidang sosialisasi dan imbauan kepada seluruh warga yang ada di wilayah operasi, agar mereka tidak terpapar paham radikalisme atau membantu suplai makanan maupun hal lain kepada MIT Poso.

"Cuma, yang kami kedepankan juga di samping pengejaran, yaitu preemtif, sosialisasi masyarakat," kata Bronto.

Hingga saat ini, masih tersisa empat orang anggota MIT Poso yang masuk dalam DPO. Yaitu, Askar aliad Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Keempat orang DPO MIT Poso ini ditenggarai masih berkeliaran di pegunungan Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi. "Masih di wilayah Sigi, Poso, dan Parigi Moutong," kata dia.

Dia berharap agar masyarakat yang tinggal di wilayah operasi Madago Raya bisa bekerja sama dengan pihak TNI/Polri dan melaporkan kepada satgas jika melihat orang tak dikenal atau hal-hal mencurigakan lainnya.

"Kita harap sisa anggota MIT Poso ini menyerahkan diri sehingga bisa diproses secara hukum. Kami juga terus minta kerja sama masyarakat untuk membantu kami dalam melakukan pemburuan sisa DPO ini," tutup dia. Dikutip Antara.

[gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini