4 Saksi kembali diperiksa polisi terkait kasus pengemudi Mercy tabrak pemotor

Senin, 27 Agustus 2018 12:13 Reporter : Arie Sunaryo
4 Saksi kembali diperiksa polisi terkait kasus pengemudi Mercy tabrak pemotor Kapolresta Surakarta Ribut Haribowo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi berjanji mengusut cepat kasus pengemudi mobil Mercedes Benz warna hitam bernomor polisi AD 888 QQ menabrak pemotor hingga tewas di Jalan KS Tubun Manahan Solo. Polisi kembali memeriksa 4 saksi baru hari ini.

Kapolresta Surakarta, Kombes Ribut Haribowo mengatakan, pemeriksaan 4 orang itu membuat jumlah saksi diperiksa hingga saat ini 13 orang. Ribut memastikan penyidikan dilakukan kepolisian profesional.

"Kami selalu bekerja keras dan berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian kasus ini agar tuntas," kata Ribut, Senin (27/8).

Kepolisian juga akan meminta keterangan dari pelbagai pihak guna mendukung penyidikan kasus tersebut. Namun ia enggan merinci pihak mana saja yang akan dilibatkan untuk mendukung penyidikan tersebut.

Terkait hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Ribut mengaku belum bisa menjelaskan secara detail. Ia menegaskan, jika hasil olah TKP tersebut bukan untuk konsumsi publik melainkan hanya untuk kepentingan penyidikan.

"Hasil olah TKP kami tidak bisa menjelaskan, itu menjadi bahan memperkuat usul pasal yang disangkakan. Yang bisa saya sampaikan hal dipakai untuk mendukung penyidikan," ujar dia.

Masih menurut dia, penanganan kasus tersebut juga dibantu oleh Polda Jawa Tengah. Dengan demikian ia memastikan penyidikan kasus ini akan dilakukan secara transparan dan profesional.

Ribut juga mewanti-wanti kepada masyarakat atau pihak tak bertanggungjawab agar tak memelintir kasus tersebut ke ranah isu sara. Sebab, saat ini pihaknya telah menemukan sejumlah akun sosial media yang memelintir kasus tersebut ke arah sara.

"Ada banyak, detilnya tak bisa saya ungkapkan. Saat ini ada tim kami yang terus memknitor," katanya.

Dia memastikan, kondisi Kota Solo saat ini aman dan sejuk. Ia tak ingin ada pihak-pihak yang tak bertanggungjawab memelintir kasus pembunuhan ini ke ranah sara sehingga membuat Kota Solo menjadi tak kondusif.

"Saya sudah cek, dari kemarin sampai hari ini kondisi Solo kondusif. Kalau ada unjuk rasa dan aksi-aksi yang disebabkan karena isu sara terkait kasus tersebut, yang rugi masyarakat Solo sendiri," tandasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini