4 Mahasiswa UNS sulap tulang sapi dan limbah marmer jadi beton bermutu tinggi

Senin, 8 Oktober 2018 14:03 Reporter : Arie Sunaryo
4 Mahasiswa UNS sulap tulang sapi dan limbah marmer jadi beton bermutu tinggi Mahasiswa UNS membuat inovasi teknologi beton bermutu tinggi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil membuat inovasi teknologi beton bermutu tinggi, dengan menggunakan limbah marmer dan tulang sapi. Beton yang dihasilkan berjenis Self Compacting Concrete (SCC) yang merupakan beton mutu tinggi dan bisa memadat sendiri.

Empat mahasiswa yang tergabung dalam grup Semar Solid itu adalah Adhirajasa, Yesika Azzukhruf, Panji Pramayswara Pamilih dan Farhan Nurfi Afriansyah.

"Kita buat SCC (Self Compacting Concrete) yang ramah lingkungan dan kantong. Metode SCC itu bikin beton yang bisa memadat sendiri tanpa memerlukan vibrasi, atau upaya lain untuk memadatkan beton," ujar Panji, Kamis (4/10).

Panitia menjelaskan, limbah marmer dan tulang sapi diolah sedemikian rupa sebagai bahan campuran dalam beton.

Untuk mendapatkan kedua limbah tersebut sangat mudah, sehingga bisa dimanfaatkan. Keduanya dapat membuat beton lebih cepat mengeras, dan juga dapat meningkatkan kuat tekan betonnya.

Yesika, anggota grup lainnya menambahkan, tulang digunakan dalam struktur beton karena memiliki kandungan Kalsium Oksida (CaO) yang besar. CaO sendiri merupakan komposisi terbesar dalam semen.

Begitu juga dengan marmer yang memiliki unsur kimia utama yaitu Silikon Dioksida/Silikat (SiO2), Kalsium Oksida (CaO) dan magnesium Oksida (MgO).

Kandungan kimia itu sebagian terdapat dalam semen. Selain unsur kimia, marmer juga dikenal memiliki kuat tekan yang cukup tinggi.

"Saat diuji, beton kita kuat tekannya mencapai 20 (Mega Pascal) pada umur 24 jam. Sekitar 41,6 persen dari kuat tekan 28 hari," jelasnya.

Menurut Yesika, inovasi beton mereka bisa diaplikasikan untuk pembuatan jalan. Sebab, proses pengerasan beton mereka tidak memerlukan waktu lama.

"Untuk beton biasa sekitar tiga hari baru dapat 40 persen kuat tekan. Punya kami cukup sehari saja," katanya.

Di samping itu, lanjut dia, penggunaan kedua bahan ini dinilai lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya sekitar 7,78 persen dari pembuatan beton dengan menggunakan material biasa.

Hasil karya tim Semar Solid itu sudah melalui serangkaian uji coba dan dilombakan dalam kompetisi inovasi beton internasional (International Concrete Competition) 2018, yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Dengan inovasi tersebut, mereka berhasil meraih penghargaan sebagai juara kedua dalam ajang tersebut. Penyerahan penghargaan telah dilakukan pada Sabtu (29/09) kemarin. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Mahasiswa Inspiratif
  2. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini