4 Kapal Asing Dilarang Bersandar, Penyelenggara Pelabuhan Dinilai Berhak Menolak

Kamis, 16 Mei 2019 06:46 Reporter : Ya'cob Billiocta
4 Kapal Asing Dilarang Bersandar, Penyelenggara Pelabuhan Dinilai Berhak Menolak Ilustrasi

Merdeka.com - Empat kapal berbendera asing dilarang bersandar di kawasan Pelabuhan Trisakti yang dikelola PT Pelindo III Cabang Banjarmasin. Keempat kapal itu adalah MV Thai Binh 36 yang bermuatan amonium nitrat milik PT Mexis dan diagenkan oleh PT Andhini Samudera Jaya.

Ada pula kapal MV Nashico 08 yang bermuatan amonium nitrat milik PT Pindad (Persero) dengan agen pelayaran PT Tri Daya Laju. Kapal MV Lang Mas III yang bermuatan alat konstruksi dengan agen PT Arpeni, serta Kapal Eastern Jade yang bermuatan amonium nitrat milik PT Dahana (Persero) dengan agen PT Tri Daya Laju.

Langkah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin yang melarang empat kapal kargo curah bersandar di dermaga Pelabuhan Trisakti dinilai tepat.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 134 tahun 2016 tentang Manajemen Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan, KSOP berhak menolak kapal asing yang ingin sandar di pelabuhan yang belum mengimplementasikan International Ship and Port Security (ISPS) Code. Ini dikarenakan Pelabuhan Trisakti belum mengantongi ISPS Code untuk pelayanan general cargo.

Pengamat dan praktisi bisnis maritim Capt Ahmad Irfan MSc (MICS) mengatakan larangan itu merupakan upaya untuk menjaga keamanan pelabuhan.

"Itu skenario dampak keamanan yang akan terjadi jika kapal asing dengan ISPS Code mengangkut amonium nitrat (bahan peledak untuk pertambangan), diberikan izin membongkar muatannya di pelabuhan tidak comply ISPS Code," kata Irfan dalam keterangannya, Selasa (16/5).

Irfan berpendapat, dikhawatirkan setelah diberi izin, nantinya kapal sandar dan membongkar muatan amonium nitrat curah. Kemudian penjagaan lemah dan 20 metrik ton amonium nitrat dicuri oleh sekelompok teroris dan digunakan untuk melakukan aksi pengeboman.

Pengangkutan bahan baku bom itu, kata dia, bisa dilakukan dengan truk yang dinaikan ke kapal ferry dari Banjarmasin ke Surabaya. Begitu kapal ferry tiba, truk pun langsung dibawa menuju Jakarta.

"Apa yang anda bayangkan pada situasi seperti ini?" tanya Irfan.

Karenanya, penerapan Permenhub No PM 134 tahun 2016 sangat dibutuhkan bagi keamanan dan keselamatan kapal dan fasilitas pelabuhan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kapal
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini