4 Kali berturut-turut Kemenkes dipimpin perempuan

Rabu, 29 Oktober 2014 05:44 Reporter : Efendi Ari Wibowo
4 Kali berturut-turut Kemenkes dipimpin perempuan Kabinet Kerja. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melantik 34 menterinya di Istana Negara. Kabinet pemerintahan Jokowi itu diberi nama Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Dalam Kabinet Kerja terdapat 8 orang perempuan dari total 34 menteri. Mereka merupakan srikandi terbaik bangsa yang dipercaya Jokowi untuk membantu mengurus negara lima tahun ke depan.

Salah satu pos yang menarik adalah pos Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sejak 2009, Kemenkes digawangi oleh para perempuan.

Berikut jajaran perempuan yang diamanati kursi Menteri Kesehatan, seperti dihimpun merdeka.com, Selasa (28/10) pagi:

1 dari 4 halaman

Siti Fadilah Supari

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Siti Fadilah Supari merupakan Menteri Kesehatan Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu I. Dia salah satu dari empat perempuan yang menjabat sebagai menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.

Perempuan yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 6 November 1949 ini pernah menjabat sebagai ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita selama 25 tahun. Dia juga menjadi Kepala Unit Penelitian Yayasan Jantung Indonesia dan Kepala Pusat Penelitian Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Fadilah Supari juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010. Tak hanya itu, dia pun ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan untuk kejadian luar biasa tahun 2005 senilai Rp 15 M dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp 6 M.

2 dari 4 halaman

Endang Rahayu Sedyaningsih

Endang Rahayu Sediyaningsih. Merdeka.com

Endang Rahayu Sedyaningsih adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955 ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes.

Dia memulai kariernya pada tahun 1979 sebagai dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Dia bergabung pada pelayanan kesehatan masyarakat pada tahun 1980 dan bekerja di daerah terpencil sebagai Kepala Puskesmas Waipare di Nusa Tenggara Timur selama tiga tahun.

Pada tahun 1983, Endang pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Pada tahun 1997, dia bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Istri dari Reanny Mamahit tersebut memiliki dua putra dan satu putri. Pada tanggal 2 Mei 2012, Endang meninggal dunia karena kanker paru-paru pada usia 57 tahun di RSCM, sekitar pukul 11.41 WIB.

3 dari 4 halaman

Andi Nafsiah Walinono Mboi

Nafsiah Mboi. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Andi Nafsiah Walinono Mboi adalah Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Dirinya menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih yang meninggal karena penyakit kanker pada tanggal 2 Mei 2012.

Perempuan yang lahir di Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940 ini adalah  seorang dokter spesialis anak yang mendapat gelar Master of Public Health (MPH) dari Institute of Tropical Medicine, Antwerpen, Belgia pada tahun 1990. Dia pun sempat menjadi research fellow untuk Takemi Program dalam kesehatan internasional di Universitas Harvard, Cambridge, AS pada tahun 1990-1991.

Di bidang pemerintahan, ia pernah menjadi anggota MPR RI pada tahun 1982-1987. Sejak 2006, Nafsiah Mboi dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional dan wakil ketua Komisi Nasional (Komnas) perempuan.

4 dari 4 halaman

Nila F Moeloek

Nila Moeloek. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Nila F Moeloek adalah Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Perempuan kelahiran Jakarta, 11 April 1949 ini dikenal sebagai guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Dia sebelumnya berkecimpung sebagai dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kirana. Nila juga menjadi ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat (2004-2009), Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami), dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) periode 2011-2016.

Dia sempat disebut-sebut menjadi calon kuat Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Namun setelah mengikuti seleksi, dia malah ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals. [gib]

Baca juga:
Jadi Menkes, Nila Moeloek tunggu 'benang merah' dari Jokowi
Nila Moeloek, gagal jadi menteri SBY kini jadi Menkes Jokowi
Ini tanggapan Gus Sholah soal Menteri Susi perokok & bertato
Prabowo puji Kabinet Kerja Jokowi adalah kabinet terbaik
Kemeja putih para menteri kabinet Jokowi harganya Rp 60.000

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini