4 Hukuman unik Ospek di Indonesia

Sabtu, 14 Desember 2013 12:00 Reporter : Agib Tanjung
4 Hukuman unik Ospek di Indonesia ilustrasi

Merdeka.com - Pernah sekolah dan kuliah pastinya sudah pernah mengalami kegiatan Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) sampai MOS (Masa Orientasi Siswa). Prosesi ini bisa dibilang sudah menjadi tradisi ketika kita mulai memasuki tempat pendidikan yang baru.

Ospek atau MOS biasanya dilakukan oleh para senior yang tak sedikit sering menyiksa para juniornya dengan hukuman fisik dan non fisik. Namun tak jarang banyak hukuman yang unik dan terasa konyol bila dilakukan. Sebab kebanyakan hukuman itu juga tak dikatakan lazim jika dilakukan setiap harinya.

Berikut beberapa hukuman unik Ospek yang seringkali dilakukan di sekolah atau kampus-kampus di Indonesia:

2 dari 5 halaman

Rambut dipotong gundul, bernyanyi di depan guru

gundul bernyanyi di depan guru rev1Ilustrasi potong rambut. ©Shutterstock/Levent Konuk

Rambut dipotong gundul, bernyanyi di depan guru. Hukuman Ospek ini biasanya terjadi saat kita berada di bangku SMA. Biasanya ini berlaku pada laki-laki.

Setelah kedapatan melanggar peraturan Ospek/MOS, biasanya junior akan dipotong rambutnya sampai plontos. Tak sampai disitu, para junior yang sudah gundul itu lalu disuruh datang menemui guru dan bernyanyi di depan guru itu sendiri.

Lagu yang disuruh dinyanyikan biasanya lagu wajib Indonesia atau malah lagu daerah. Tak jarang para junior akan dipaksa menyanyi di depan guru sambil berjoget dan tetap diawasi oleh para senior-seniornya.

3 dari 5 halaman

Hormat tiang bendera seharian

bendera seharian rev1upacara hari kesaktian pancasila. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Selain rambut dipotong gundul, masih ada hal paling konyol ketika mengikuti Ospek/MOS saat duduk di bangku sekolah. Hukuman itu adalah berdiri di tengah lapangan sekolah lalu hormat menghadap tiang bendera menurut waktu yang telah ditentukan oleh para senior.

"Dulu pernah tuh, pas saya SMA. Kena hukuman sama senior terus disuruh ke lapangan, baris berdiri sama temen-temen terus disuruh hormat ngadep tiang bendera, hampir seharian itu," kata mantan musisi, Dani kepada merdeka.com beberapa waktu yang lalu.

Hukuman hormat kepada tiang bendera ini tak terkecuali pada laki-laki saja. Para siswi yang terbukti melakukan pelanggaran sewaktu Ospek/MOS tetap dikenakan hukuman tersebut.

4 dari 5 halaman

Bawa tas kantong terigu dan pakai kaos kaki beda warna

kantong terigu dan pakai kaos kaki beda warna rev1terigu. ©2012 Merdeka.com

Nah, kalau hukuman aneh ini tak hanya berlaku saat bangku sekolah saja, namun juga diterapkan saat Ospek/MOS saat kita masuk jenjang pendidikan kuliah.

Biasanya, sejak awal masuk mengikuti Ospek/MOS para junior sudah disuruh menyiapkan tas kantong yang terbuat dari kantong terigu. Bahkan kaos kaki panjang selutut tak lupa harus dibawa juga.

Ketika terbukti melakukan pelanggaran saat berkegiatan, senior akan menghukum juniornya dengan mengenakan semua barang-barang nyeleneh itu. Para junior yang mengenakan tas kantong terigu dan kaos kaki beda warna itu biasanya juga ditambah hukuman lari berputar lapangan sekolah atau kampus.

5 dari 5 halaman

Minta tanda tangan dan foto bareng seluruh teman angkatan

tangan dan foto bareng seluruh teman angkatan rev1Ilustrasi tanda tangan. ©Shutterstock/Vturin S. aka Nemo

Hukuman ini setidaknya jauh lebih ringan ketimbang disuruh hormat tiang bendera seharian di lapangan ataupun memakai tas kantong terigu dan kaos kaki beda warna. Ya, minta tanda tangan dan minta foto bareng kepada teman seangkatan.

"Gara-gara enggak bawa sesuatu dan itu fatal, aku kena hukuman yang ribet. Disuruh minta tanda tangan keseluruh temen angkatan sama minta tanda tangannya di kertas. Tapi nggak dicetak juga fotonya sih, cuma harus ada buktinya di handphone kita masing-masing buat nunjukin sama senior. Tapi capek juga, temen seangkatan padahal lebih dari 100 orang waktu itu," kata Arindi kepada merdeka.com beberapa waktu yang lalu.

Arindi menambahkan, hukuman yang pernah dilakoninya tersebut tak sampai memalukan seperti hukuman lainnya. Bahkan menurutnya, pada saat Ospek/MOS kuliah tersebut senior juga ada yang memberikan hukuman pada juniornya untuk menyatakan cinta pada teman seangkatannya pada saat itu juga.

"Ada juga yang dihukum disuruh nembak temen seangkatannya, mau enggak mau pokoknya harus mau nyatain cinta. Kan malu ya, dilihat sama semua temen angkatan. Iya kalau cakep dan langsung diterima cuma-cuma, kalau enggak kan rasanya tengsin banget. Harga diri kita jatuh dong saat itu juga," kenang Arindi sambil tertawa.

Baca juga:
Kisah Fikri, korban terbaru ospek di Malang
STPDN kini, setelah populer karena perpeloncoan kejam
Mengubah tradisi ospek lebih humanis
Evolusi perpeloncoan, kezaliman yang terlembaga
Asal usul Ospek, benarkah sejak dulu penuh kekerasan?

[did]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini