4 Bulan Vaksinasi: Baru 28,14 Persen Penduduk Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19

Selasa, 8 Juni 2021 17:32 Reporter : Yunita Amalia
4 Bulan Vaksinasi: Baru 28,14 Persen Penduduk Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19 Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 untuk Awak Media di GBK. ©Istimewa

Merdeka.com - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia berjalan cukup lambat. Sejak program ini dimulai pada 13 Januari 2021, tercatat hingga saat ini belum 50 persen masyarakat Indonesia menerima vaksin.

Data terakhir, Selasa 8 Juni 2021, masyarakat yang telah menerima dosis secara lengkap; dosis 1 dan dosis 2, baru 11.356.025 orang. Atau masih 28,14 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebanyak 40.349.049 orang.

Jumlah target itu diklasifikasikan untuk petugas kesehatan sebanyak 1.468.764 orang. Petugas pelayanan publik dan lansia dengan target sasaran masing-masing 17.327.167 dan 21.553.118 orang.

Masyarakat rentan di daerah dengan risiko penularan tinggi, targetnya menjangkau 63,9 juta orang. Dan masyarakat umum dengan pendekatan klaster, total target 77,7 juta orang.

Sementara itu, total vaksin yang sudah diterima pemerintah Indonesia sebanyak 92,2 juta dosis. Jumlah tersebut terdiri dari 3 juta dosis vaksin jadi Sinovac. 6,7 juta dosis vaksin jadi AstraZeneca. 1 juta dosis vaksin jadi Sinopharm dan 81,5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk.

Beberapa kendala menjadi alasan mengapa program vaksinasi belum berjalan dengan cepat. Seperti terjadi di Jakarta pada April 2021, jumlah warga DKI Jakarta tervaksinasi belum mencapai target karena terjadi ketimpangan jumlah vaksinator dengan sasaran penerima vaksin.

Saat itu, sasaran penerima vaksin di Jakarta sebanyak 3 juta orang namun jumlah vaksinator terlatih berkisar 6 ribu orang.

"Jadi kalau dilihat jumlah tenaga vaksinasi dengan sasaran vaksinasi memang butuh penambahan jumlah tenaga vaksinasi (vaksinator)," kata Kepala Seksi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Verry Adrian dalam konferensi pers Alodokter, Rabu (7/4).

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kendala vaksinasi adalah pendistribusian vaksin Covid-19 yang membutuhkan waktu dari pemerintah pusat ke Pemprov DKI Jakarta.

"Memang masalah kita di awal datangnya vaksin ini kan perlu waktu bertahap," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (5/4).

Kemudian, imbuhnya, proses vaksinasi membutuhkan waktu untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sebab vaksinasi dilakukan di fasilitas kesehatan yang ada.

"Kemudian pendataan calon penerima vaksin juga sempat bermasalah," jelas dia. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini