4 Bahaya orang yang nekat operasi ganti kelamin

Jumat, 23 Maret 2018 07:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
4 Bahaya orang yang nekat operasi ganti kelamin Ilustrasi operasi . ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/ben bryant

Merdeka.com - Operasi ganti kelamin dari perempuan ke laki-laki, juga sebaliknya masih terdengar tabu di Indonesia. Hal itu karena dianggap menyalahi kodrat dan bertentangan dengan agama.

Meski begitu, saat ini sudah banyak orang Indonesia yang melakukan operasi ganti kelamin. Padahal banyak risiko dari operasi tersebut. Risiko tersebut antara lain ialah:

2 dari 5 halaman

Picu penyakit kanker

kanker rev1Ilustrasi operasi. ©Shutterstock.com/Naypong

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Titi Moertolo, mengatakan penambahan hormon bagi para transgender, seperti penambahan hormon estrogen pada wanita transgender akan memicu risiko penyakit kanker. Hormon estrogen merupakan salah satu pemicu munculnya kanker.

"Hormon estrogen itu kan senyawa steroid yang berfungsi sebagai pemicu perkembangan organ seks dan reproduksi pada wanita maupun pria. Stimulasi hormon estrogen yang terus menerus akan mengakibatkan pertumbuhan sel kanker semakin banyak," ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Titi sendiri belum mengetahui manakah antara hormon estrogen alami atau buatan yang memiliki risiko pemicu kanker yang lebih tinggi. Namun dia meyakini bahwa zat atau hormon yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia secara buatan akan memiliki risikonya tersendiri.

3 dari 5 halaman

Gangguan psikologis

rev1ilustrasi pasien. ©2012 theglobeandmail.com

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Titi Moertolo, menjelaskan orang yang melakukan operasi ganti kelamin tidak akan merasa puas saat melakukan hubungan seksual. Karena hanya kelamin saja yang berganti, tapi jiwa seksualnya masih dengan status sebelumnya.

"Dari kesehatan itu sendiri tidak ada efek samping ya. Yang ada itu dari segi kejiwaan, psikologisnya. Orang-orang yang melakukan operasi ganti kelamin itu tidak akan merasa puas saat melakukan hubungan seksual. Berbeda dengan sebelum mereka melakukan operasi," katanya.

4 dari 5 halaman

Kematian jaringan pada penis yang baru dibentuk

pada penis yang baru dibentuk rev1Ilustrasi Pasien. ©2014 Merdeka.com

Risiko ini terjadi terhadap wanita yang berganti kelamin ke pria. Risiko akan lebih tinggi jika wanita yang berubah menjadi pria melakukan perbaikan penis baru.

Resiko ini dianggap tinggi karena operasi memiliki banyak tahap yang berbeda. Serta tingginya tingkat kesulitan yang ditemui dalam operasi seperti ini.

5 dari 5 halaman

Sakit panjang pasca operasi

pasca operasi rev1Ilustrasi Pasien. ©2015 Merdeka.com

Proses operasi ganti kelamin tentu rumit dan panjang. Dengan begitu rumitnya operasi yang harus dijalani, maka bisa dipastikan pasca operasi akan merasakan sakit yang tak terhingga.

Sakit ini disebabkan oleh luka yang belum mengering. Sehingga bisa berlangsung hingga berbulan-bulan, bahkan bisa menyebabkan tidak bisa berjalan selama rasa sakitnya masih ada. [has]

Baca juga:
Meski berubah kelamin, Dinda Syarif tetap ingin meninggal sebagai pria
Begini foto-foto Dinda Syarif, transgender yang maju di Miss International Queen
MUI Sulteng tolak acara Miss Waria digelar di Palu karena merusak moral
Sekjen PAN: LGBT tak diterima di Indonesia, tapi haknya harus dihormati
Setelah Perppu Ormas, Jokowi ditantang keluarkan Perppu LGBT

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini