34 Warga Gunungkidul terkena leptospirosis, 1 tewas

Selasa, 21 Maret 2017 08:45 Reporter : Purnomo Edi
34 Warga Gunungkidul terkena leptospirosis, 1 tewas Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Kasus penyakit leptospirosis mewabah di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, selama tahun 2017 terdapat 34 kasus penyakit leptospirosis.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidan Menular dan Zoonesis Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yudo Hendratmo mengatakan 34 kasus leptospirosis tersebar di Gunungkidul sisi utara. Kasus ini tercatat ditangani oleh Puskesmas Patuk 1 dan 2; Puskesmas Gedangsari 1 dan 2; Puskesmas Nglipar 2 dan Puskesmas Ngawen 1.

Berdasarkan jumlah itu, sambung Yudo, 15 orang dinyatakan suspect atau dugaan dan 19 orang dinyatakan positif menderita leptospirosis. Hasil itu dikeluarkan berdasarkan hasil laboratorium yang dilakukan kepada para pasien.

"Dari keseluruhan kasus ini, 10 orang di antaranya meninggal dunia. Tetapi baru satu orang yang dinyatakan meninggal dunia karena leptospirosis. Ini sesuai dengan surat Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) yang dikeluarkan," ujar Yudo, Senin (20/3).

Yudo menerangkan bahwa 9 orang pasien yang meninggal lainnya belum diketahui penyebab kematiannya. Pasalnya pihak rumah sakit belum mengeluarkan penyebab kematiannya. Sebelumnya 9 orang yang meninggal itu sudah dinyatakan positif terkena penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Leptospira SP.

"Ke 10 orang ini meninggal berasal dari kecamatan Nglipar 2 orang, Patuk 6 orang, dan kecamatan Gedangsari 2 orang. Sekali lagi yang meninggal karena penyakit leptospirosis ada 1 orang sesuai dengan KDRS. Lainnya belum diketahui," papar Yudo.

Yudo menguraikan bahwa kasus penyakit leptospirosis ini meningkat dari tahun 2016 lalu. Tahun lalu, ujar Yudo, data yang masuk ke Dinas Kesehatan Gunungkidul hanya 4 kasus, 3 yang dinyatakan positif.

"Tahun lalu dari ketiga orang yang postif lepstopirosis tersebut semuanya meninggal. Hingga saat ini pihak Pemkab Gunungkidul dan Dinas Kesehatan belum menyatakan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB)," pungkas Yudo. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Yogyakarta
  2. Virus
  3. Penyakit Langka
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini