33 Guru di Jakarta Positif Covid-19 Usai Wisata ke Yogya, Pemda DIY Lakukan Tracing

Kamis, 3 Desember 2020 21:35 Reporter : Purnomo Edi
33 Guru di Jakarta Positif Covid-19 Usai Wisata ke Yogya, Pemda DIY Lakukan Tracing pasien corona. ©2020 Merdeka.com/antara

Merdeka.com - Pemda DIY merespon atas temuan 33 guru dan karyawan sekolah di Jakarta yang dinyatakan positif usai berwisata ke Yogyakarta. Pemda akan melakukan penelusuran tempat wisata mana saja yang dikunjungi oleh rombongan guru tersebut.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya akan melakukan tracing terhadap temuan rombongan guru yang dinyatakan positif Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan dengan memakai aplikasi JogjaPass.id.

Hanya saja untuk melakukan tracing ini, Pemda DIY masih mengalami kendala. Kendala ini karena Pemda DIY belum mendapatkan data personal rombongan guru tersebut, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang-orang dalam rombongan itu.

"Kalau memang guru itu dari Yogyakarta ya kita sebetulnya ingin mendapatkan informasi guru itu. Salah satu saja. NIK-nya berapa supaya kita bisa tracing di Jogja Pass.id. Dari Jogja Pass itu kemudian akan kita ketahui bahwa guru-guru ini ke mana saja," kata Aji, Kamis (3/12).

Dia menyebut, dengan aplikasi Jogja Pass bisa dilakukan penelusuran riwayat kunjungan rombongan tersebut. Semisal sempat berkunjung ke objek wisata apa saja dan kapan jam berkunjungnya.

Nantinya, sambung Aji, pihaknya bisa memberitahu pengunjung lain yang kebetulan berada di tempat dan waktu yang sama dengan rombongan guru tersebut. Sehingga Pemda DIY bisa menyarankan agar pengunjung yang berpapasan atau bertemu dengan rombongan guru itu untuk melakukan tes rapid ataupun swab.

"Caranya kita mengetahui dengan kita cari NIK salah satu saja bisa. Karena mereka kan bersama-sama. Udah kita ngerti NIK berapa nanti kita cek di Jogja Pass," jelasnya.

Selain penelusuran, Pemda DIY juga akan mencari tahu asal muasal penularan Covid-19 terhadap rombongan guru tersebut. Apakah penularan itu terjadi di Yogyakarta atau justru rombongan guru itu sudah tertular sebelum ke Yogyakarta.

"Dia kan tidak bilang dapatnya dari Yogya ya, dia baru saja dari Yogya. Siapa tahu dia sudah membawa itu (Covid-19) dari sana. Tapi le kroso (yang terasa) setelah pulang, mungkin kecapekan atau apa gejala itu kelihatan," tegasnya.

"Tapi soal dia habis dari Yogyakarta kan ya bisa saja. Tapi dia dapatnya dari mana? Apakah sesama pengunjung di Yogya atau sebenarnya dia sudah membawa (Covid-19). Kan orang kena hari ini misalnya dia baru berangkat dari sana itu bisa jadi. Kalau sampai itu kena satu orang ya mungkin dia dapatnya di bus itu," tutup Aji. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini