32 Jam Mendebarkan, Momen Ibu Digigit Ular saat Banjir Tunggu Evakuasi Tahan Sakit Demi Anak
Seorang ibu mengalami momen menegangkan ketika digigit ular di tengah banjir, yang menyebabkan evakuasi dramatis setelah menunggu selama 32 jam.
Kasih sayang ibu sepanjang masa. 32 jam momen mendebarkan seorang ibu di Thailand digigit ular saat banjir.
Sang ibu rela menahan rasa sakit demi anaknya. Dia terjebak di rumahnya yang terendam air di Hat Yai bersama anak kecilnya.
Dalam keadaan yang semakin lemah, ia bertahan lebih dari sehari tanpa mendapatkan pertolongan medis. Usahanya untuk menghubungi tim penyelamat berkali-kali menemui kegagalan karena banjir yang deras memutus akses evakuasi.
Namun, harapan muncul ketika ia menggunakan media sosial untuk meminta bantuan. Permohonan tolong yang ia unggah pada dini hari menjadi viral dan menarik perhatian ribuan orang, sehingga akhirnya tim penyelamat dapat menjangkaunya. Berikut ini adalah ulasan yang dilansir Liputan6.com dari laman South China Morning Post, Kamis (4/12).
Bertahan Rasakan Sakit Demi Anak
Seorang ibu mengalami kejadian tragis ketika ia digigit oleh ular berbisa saat banjir melanda daerah tempat tinggalnya. Dalam 24 jam pertama setelah digigit, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa, gusi yang berdarah, kaki yang membengkak, dan kesulitan bernapas.
Meskipun dalam kondisi yang sangat menyakitkan, ia berusaha untuk tetap tersenyum dan menenangkan dirinya agar anaknya yang masih kecil tidak ikut merasa panik.
Pada pukul 03.00 dini hari, ia memutuskan untuk mengunggah permohonan bantuan melalui media sosial setelah berusaha menghubungi setidaknya 10 lembaga penyelamat, namun semua upayanya tersebut tidak membuahkan hasil.
Evakuasi
Permohonan bantuan yang viral di media sosial dengan cepat menarik perhatian masyarakat dan memicu ribuan respons dari pengguna internet yang mendesak pihak berwenang untuk segera bertindak.
Sekitar delapan jam setelah unggahan tersebut menjadi populer, tim penyelamat akhirnya berhasil menjangkau lokasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Songkhla. Di rumah sakit, dokter langsung memberikan serum antibisa dan memantau keadaan pasien dengan seksama.
Sementara itu, kehadiran banyak ular yang terlihat berenang di jalan akibat banjir yang mengganggu habitat mereka semakin menambah kecemasan warga yang masih menunggu proses evakuasi. Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, yang berharap agar bantuan segera datang untuk mengatasi masalah ini. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya respons cepat dari pihak berwenang dalam situasi darurat seperti ini.
Mengapa Ular Muncur saat Banjir?
Mengapa ular muncul saat banjir?
Ular seringkali meninggalkan tempat tinggalnya dan mencari lokasi yang lebih kering ketika habitatnya terendam air akibat banjir. Oleh karena itu, ular dapat masuk ke area pemukiman manusia.
Apa yang harus dilakukan jika digigit ular saat banjir?
Segera cari bantuan medis dan tetap tenang. Jika memungkinkan, coba identifikasi jenis ular yang menggigit, dan hubungi pihak berwenang untuk evakuasi serta penanganan darurat.
Mengapa korban harus menunggu hingga 32 jam untuk diselamatkan?
Waktu tunggu yang lama disebabkan oleh tingginya banjir yang memutuskan akses evakuasi, sehingga tim penyelamat mengalami kesulitan untuk menjangkau lokasi tempat tinggal korban.
Bagaimana korban akhirnya mendapatkan bantuan?
Korban mendapatkan bantuan setelah memposting permohonan tolong di media sosial, yang kemudian viral dan menarik perhatian masyarakat serta pihak berwenang.
Apa kondisi korban saat ditemukan tim penyelamat?
Saat tim penyelamat menemukannya, korban mengalami gusi berdarah, kaki bengkak, dan sesak napas akibat gigitan ular berbisa.