3 RS bantah tolak bayi Dera karena Kartu Jakarta Sehat

Selasa, 19 Februari 2013 00:00 Reporter : Muhammad Mirza Harera
3 RS bantah tolak bayi Dera karena Kartu Jakarta Sehat bayi Dera. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Fatmawati, dan Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita membantah menolak bayi Dera. Pihak RS membenarkan telah memberi keterangan kepada pihak keluarga pasien yang datang untuk menanyakan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), bahwa ruang tersebut penuh.

"Tidak diterimanya rujukan pasien tersebut disebabkan keterbatasan alat, dalam hal ini fasilitas ruang NICU, bukan karena pasien membawa Kartu Jakarta Sehat (KJS)," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes Murti Utami dalam siaran persnya, Senin (18/2).

Pihaknya mengaku telah bertemu dengan tiga RS tersebut. Dalam pertemuan tersebut Kemenkes diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK), Nurshanty Andi Sapada, Direktur Medik dari RSCM, RS Fatmawati, dan RSAB Harapan Kita, di Kantor Kementerian Kesehatan.

"Berdasarkan keterangan dari pihak RSAB Harapan Kita pada Selasa (12/2) dengan membawa pengantar dari RS Zahirah yang ditujukan kepada Omni Hospital, oleh perawat diinformasikan bahwa ruang NICU RSAB Harapan Kita berjumlah 10 tempat tidur dalam kondisi penuh," ujarnya.

Selanjutnya, keluarga pasien datang ke RSUCM, Sabtu (16/2) pukul 14.20 WIB dengan membawa rujukan tanpa pasien. Ruang NICU RSCM berkapasitas 10 tempat tidur juga dalam kondisi penuh. Bahkan, saat itu terdapat antrean pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang juga membutuhkan ruang NICU.

"Demikian pula dengan kondisi ruang NICU di RS Fatmawati, yang berkapasitas hanya 3 tempat tidur, juga dalam keadaan penuh dan terdapat antrean pasien yang membutuhkan ruang NICU," imbuhnya.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di RS, jika terdapat pasien yang membutuhkan perawatan NICU datang ke RS, pasti akan diberikan pelayanan. Apabila ruang NICU penuh, diupayakan untuk mendapatkan RS rujukan yang dapat memberikan pelayanan NICU tersebut.

Selama belum mendapatkan rujukan, maka pasien akan mendapatkan pelayanan dan perawatan di IGD. "Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai upaya tindak lanjut, di antaranya adalah Penguatan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), serta prioritas pengembangan fasilitas NICU di Rumah Sakit," imbuhnya.

Sebelumnya bayi kembar atas nama Dera dan Dara, putri pasangan Eliyas dan Lisa, warga Jalan Jati Padang Baru, RT 14/6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, lahir melalui caesar pada Minggu (10/2) pukul 23.30 WIB di RS Zahirah. Namun sayang, Dera lahir dengan gangguan pernapasan sehingga membutuhkan inkubator untuk bantu pernapasan.

Rumah sakit Zahira yang tidak mempunyai alat tersebut akhirnya harus merujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas itu. Namun dari 10 rumah sakit yang dirujuk tidak ada yang mau menerima. Dera pun akhirnya meninggal.

Baca juga:

Menkes: Dera meninggal karena kondisi buruk bukan ditolak RS

RSUB Harapan Kita bantah tolak bayi Dera

Alasan RSCM tolak bayi Dera

Komnas PA minta pimpinan RS yang tolak bayi Dera dipecat

Ada 10 rumah sakit yang tolak bayi Dera hingga meninggal [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Bayi Dera
  2. Kartu Jakarta Sehat
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini