3 Penyelundup Sabu 75 Kg di Makassar Didakwa Pasal Berlapis

Senin, 24 Januari 2022 19:10 Reporter : Ihwan Fajar
3 Penyelundup Sabu 75 Kg di Makassar Didakwa Pasal Berlapis ilustrasi sidang. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel) menuntut tiga terdakwa penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 75 kilogram dari Filipina dan Malaysia dengan pasal berlapis. Tiga penyelundup narkoba tersebut yakni Syafruddin, Andi Baso Jaya, dan Faturrahman kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar.

"Mereka diduga kuat melanggar pasal 114 ayat 2 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsider pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP undang undang No 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika," kata JPU Moh Zahroel Ramadhana kepada wartawan di PN Makassar, Senin (24/1).

Selain tiga terdakwa penyelundupan narkoba, JPU Kejati Sulsel juga mendakwa seorang sopir. Sang sopor ini didakwa pasal 112 ayat (2) Jo pasal 131 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika.

"Ancaman hukumannya minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau maksimal hukuman mati," ucapnya.

Sekadar diketahui, Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah mengungkapkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 75 kilogram dan 34 ribu butir pil ekstasi yang diselundupkan dari Surabaya ke Makassar. Dalam kasus ini Ditresnarkoba Polda Sulsel menangkap tiga orang pelaku.

Inspektur Jenderal Merdisyam sewaktu menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, mengatakan pengungkapan penyelundupan narkoba tersebut setelah dilakukan penyelidikan selama dua bulan lalu. Dari penyelidikan tersebut, pihaknya melakukan dua kali pengungkapan dalam waktu tiga hari.

"Ada dua kali penangkapan di tempat dan waktu kejadian berbeda. Penangkapan pertama pada 25 Agustus 2021 di sebuah hotel di Makassar," ujarnya saat jumpa pers di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Selasa (31/8).

Dari penangkapan pertama tersebut ditemukan 40 Kg sabu dan 4 ribu butil pil ekstasi. Dua orang ditangkap pada saat itu yakni berinisial SYF (37) dan ABJ (24).

"SYF ini orang bertanggungjawab dan membawa barang (narkoba) dari Surabaya ke Makassar. Sementara ABJ ini seorang sopir yang membantu SYF mengirim barang," bebernya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, dua hari berikutnya Ditresnarkoba Polda Sulsel kembali melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial FTR. Dari penangkapan tersebut Polda Sulsel kembali menemukan 35 Kg sabu dan 34 ribu pil ekstasi.

"Jadi total yang berhasil kami temukan yakni 75 Kg sabu dan sekitar 30 ribu butir pil ekstasi," ungkapnya.

Merdisyam mengatakan tiga tersangka tersebut merupakan jaringan bandar narkoba Internasional yakni Malaysia dan Filipina. Hasil penyidikan, terungkap bahwa SYF telah 13 kali melakukan pengiriman sabu dari Surabaya ke Makassar.

"Tersangka SYF ini mengaku sudah 13 kali membawa sabu dan ekstasi dari Surabaya menuju Makassar sejak Maret 2021. SYF mengaku membawa langsung barang tersebut dengan menggunakan truk ekspedisi dengan upah sekitar Rp150 sampai 400 juta dalam sekali kirim," kata Merdisyam.

Merdisyam mengungkapkan jika barang sudah sampai di Makassar akan diedarkan lagi di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Sulsel menjadi pusat penerima kiriman narkoba sebelum diedarkan kembali di empat provinsi lain di Sulawesi. [cob]

Baca juga:
Polres Badung Gagalkan Peredaran Sabu Senilai Rp 2 Miliar
Polres Tangsel Bekuk 8 Pengedar, Sita 24 Kg Ganja Dilakban Coklat
Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Direhabilitasi 6 Bulan
Diduga Terlibat Narkoba, Kanit Reskrim Polsek Belopa Dicopot

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini