3 Mobil listrik Universitas Riau ide Dahlan Iskan disita Kejagung

Rabu, 5 Agustus 2015 17:44 Reporter : Abdullah Sani
3 Mobil listrik Universitas Riau ide Dahlan Iskan disita Kejagung Mobil Dahlan Iskan disita. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiga unit mobil listrik yang pernah dihibahkan Pertamina ke Universitas Riau (UR) disita penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejaksaan Agung, Rabu (5/8). Hal itu dilakukan terkait dugaan korupsi listrik yang tengah ditangani jaksa.

Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Mukhzan kepadamerdeka.commembenarkan penyitaan tersebut. "Ada tiga unit mobil listrik itu disita penyidik Kejagung dari Universitas Riau," kata Mukhzan di ruangannya.

Dikatakan Mukhzan, penyitaan merupakan salah satu rangkaian penyidikan kasus dalam proyek bernilai Rp 32 miliar itu. Mobil yang disita ini akan menjadi barang bukti oleh penyidik untuk mengungkap kasus tersebut.

"Penyitaannya sudah dikoordinasikan ke Kejati Riau. Jadi, Kejati Riau dalam penyitaan ini hanya mendampingi penyidik Kejagung," kata Mukhzan.

Namun, Mukhzan tak mengetahui mobil jenis apa yang disita penyidik. Hal ini karena Kejati Riau tak terlibat menangani kasus yang digagas oleh mantan Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.

Sebelumnya, penyidik juga telah menyita beberapa unit mobil listrik yang dihibahkan ke Universitas Gajah Mada yang berada di Yogyakarta. Mobil ini disita karena diduga sarat dengan tindak pidana korupsi.

Seperti diberitakan, kasus ini terjadi pada tahun 2013 persisnya ketika Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri BUMN. Ketika itu, Dahlan menugaskan sejumlah BUMN yakni PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT BRI untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik guna mendukung kegiatan operasional konferensi APEC tahun 2013 di Bali.

Jaksa menduga adanya penyimpangan, lantaran 16 mobil tersebut akhirnya tidak bisa benar-benar digunakan. Mobil itu kemudian dihibahkan ke enam universitas yaitu Universitas Indonesia, ITB, UGM, Unibraw dan Universitas Riau.

Akibat dari proyek itu, ketiga BUMN tersebut mengalami kerugian. Tetapi jaksa belum memutuskan berapa besar kerugian yang dialami negara.

Sebelumnya, Kejagung telah menahan Direktur Utama PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi, yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

Dasep merupakan pihak swasta yang ditunjuk oleh Dahlan Iskan untuk menggarap proyek mobil listrik yang dipamerkan pada ajang konferensi APEC 2013. Namun, proyek yang dibiayai tiga perusahaan BUMN itu mandek di tengah jalan.

Dari total Rp 32 miliar dana yang dikucurkan, tersangka Dasep sudah mengantongi sekira 92 persen pembayaran. Kegagalan proyek itu dinilai sebagai kerugian negara sehingga dijadikan dasar oleh tim penyidik pidana khusus untuk menetapkan Dasep sebagai tersangka.

Selain Dasep, pihak kejaksaan juga menetapkan anak buah Dahlan Iskan di Kementerian BUMN, Agus Suherman, yang berperan sebagai pejabat pembuat komitmen dan menjabat kepala Bidang Program Kemitraan & Bina Lingkungan Tanggung Jawab Kementerian BUMN.

[hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini