3 kali Pasar Besar Malang terbakar, diduga akibat korsleting

Kamis, 26 Mei 2016 15:25 Reporter : Darmadi Sasongko
3 kali Pasar Besar Malang terbakar, diduga akibat korsleting Pasar Besar Malang kebakaran. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Pasar Besar Malang, Jawa Timur, tercatat sudah tiga kali mengalami kebakaran. Yakni pada 2003, 2014, dan 2016.

Dua kebakaran sebelumnya disebabkan oleh korsleting listrik. Kebakaran kali ini terbesar dibanding sebelumnya. Namun, hingga kini belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu.

Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setyanto, menduga kebakaran Pasar Besar akibat korsleting listrik. Karena memang banyak pedagang yang kerap menyambung listrik.

"Kebakaran diduga akibat korsleting listrik, sebelum kemudian merambat ke sejumlah kios. Karena selama ini pedagang banyak yang menyambung listrik," kata Wahyu di lokasi kejadian, Rabu (26/5).

Pasar terbesar di Malang Raya itu, kata Wahyu, dihuni oleh sekitar 1700 pedagang resmi yang menempati lantai satu dan dua. Sedangkan lantai tiga diisi Matahari Department Store. Dia tidak mengetahui jumlah pasti pedagang di luar yang memiliki kios. Sebab memang banyak berjajar di luar sekitar gedung pasar.

"Akibat kebakaran hari ini, seluruh kegiatan perdagangan di Pasar Besar dihentikan. Sekitar lokasi digunakan untuk proses pemadaman," ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, mereka segera menyiapkan lokasi penjualan di sekitar pasar, terutama buat korban kebakaran. Namun, menurut dia, harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Nanti dibuatkan pasar sementara di sini (parkiran), terutama untuk korban yang terbakar," ucap Wahyu.

Menurut pernyataan Wahyu, api pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh penjaga pasar. Titik api ditemukan di sisi utara yang kemudian berusaha dipadamkan dengan alat pemadam api ringan. Namun, api semakin membesar sehingga tidak mampu mengatasi.

"Api juga merambat dari lantai satu ke lantai dua, karena ada lubang di tengah-tengahnya," tambah Wahyu.

Api sulit dipadamkan karena banyak toko plastik dan pakaian mudah terbakar. Api sempat terlihat padam, tetapi beberapa saat kemudian muncul titik api kembali.

"Karena hidran di TKP memang tidak berfungsi, sehingga PMK mencari air agak jauh. Ada enam hidran di sini, tetapi tidak berfungsi semua," lanjut Wahyu.

[ary]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran Pasar Besar Malang
  2. Malang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini