3 Hari terlantar di Palembang, 2 bocah OKU minta duit ke Polisi

Jumat, 31 Oktober 2014 17:52 Reporter : Irwanto
3 Hari terlantar di Palembang, 2 bocah OKU minta duit ke Polisi 2 Bocah asal OKU 3 hari terlantar di Palembang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua bocah asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel, Fauzan (13) dan Dika (14), mengaku tersesat di Palembang sejak tiga hari lalu. Karena tak punya uang untuk pulang, mereka akhirnya memberanikan diri datang ke Mapolda Sumsel meminta uang kepada polisi.

Keduanya datang dengan pakaian lusuh, kaki dan tangan kotor, serta aroma peluh yang cukup menyengat. Sambil menangis, keduanya terus memohon kepada anggota Polri supaya mau memberikan uang. Atas saran anggota, keduanya melapor ke SPKT Polda Sumsel.

Kepada petugas, Fauzan dan Dika mengaku bersama tiga temannya yang lain diajak seseorang yang tak dikenal dari Baturaja, OKU, ke Palembang. Mereka dijanjikan pekerjaan.

Bersama pria misterius itu, mereka naik kereta api batubara dari Baturaja menuju Palembang. Setiba di Stasiun Kertapati, pria tersebut malah meninggalkan rombongan bocah-bocah itu.

Sehari di Palembang, mereka berpencar, Fauzan dan Dika pergi berdua. Sementara tiga temannya yang lain, tak diketahui keberadaannya.

"Kami izin dengan orangtua. Kami tidak bisa pulang karena tidak punya uang. Orang itu (pria misterius) tinggalkan kami," kata Fauzan diamini temannya Dika, Jumat (31/10) sore.

Mereka tertarik ikut karena tergiur dengan rayuan si pria yang mengatakan Palembang indah dan banyak hiburan. "Kami tidur di rumah sakit, untuk makan tidak bisa, tak ada orang kasih kami makan," ujarnya.

Dari penuturannya, Fauzan sudah berstatuskan yatim dan tinggal bersama ibu yang tidak punya pekerjaan. Bocah tamatan kelas 3 SD di Desa Tanjung Baru Baturaja ini menghidupi keluarga dengan membersihkan kotoran ikan di pasar. Sehari, dia diupah Rp 30 ribu.

Sementara Dika mengaku sampai saat ini masih sekolah dan duduk di kelas 6 SD. Beda dengan Fauzan, Dika berstatuskan anak piatu. Nasib Dika sedikit lebih baik ketimbang Fauzan karena ayahnya masih memiliki pekerjaan, meski serabutan.

"Kami hanya ingin pulang ke rumah. Kami tidak tahu mau pakai apa menghubungi keluarga di sana. Sementara, kami sama sekali tidak bawa uang," kata keduanya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, akan membantu kepulangan kedua bocah malang tersebut dan mencari keberadaan pria misterius serta tiga bocah lainnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Orang Hilang
  2. Polisi
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini