3 Aktivis di Samarinda Protes saat Dijemput Satgas Covid-19, Minta Hasil Tes Usap

Sabtu, 1 Agustus 2020 17:03 Reporter : Saud Rosadi
3 Aktivis di Samarinda Protes saat Dijemput Satgas Covid-19, Minta Hasil Tes Usap Satgas Covid-19 Jemput Pasien Covid-19. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiga aktivis di Samarinda, Kalimantan Timur, memprotes keras penjemputan mereka oleh Satgas Covid-19 kota Samarinda, dengan dugaan ketiganya terkonfirmasi positif Covid-19 untuk dikarantina. Gara-garanya, petugas tidak menunjukkan hasil dari pemeriksaan swab laboratorium.

Ketiga aktivis itu diantaranya Yohana Tiko dari Walhi Kalimantan Timur, dan Fathul serta Bernard. Penjemputan itu dilakukan Satgas Jumat (31/7) sore kemarin. Dua hari sebelumnya, ketiganya termasuk yang mengikuti kegiatan pengambilan swab Satgas Covid-19.

"Jumat kemarin, ternyata mereka menjemput kami, dengan membawa petugas Satpol PP, kepolisian, Lurah, dan Ketua RT," kata Yohana, dalam penjelasan virtual YouTube, Sabtu (1/8).

Yohana menerangkan, dalam penjemputan itu, petugas Satgas tidak bisa menunjukkan hasil swab saat diminta. Hal itu menjadi pertanyaan besar Yohana, bersama kedua temannya, Fathul dan Bernard.

"Mana hasil kami positif? Malah memaksa kami dengan menghadirkan beberapa warga sekitar. Kami tidak tahu apakah itu benar warga sekitar atau bukan?" ujar Yohana.

"Kami dibawa ke RSUD IA Moeis. Ternyata, kami minta hasil lab, tetap tidak ada yang bisa menunjukkan. Kami ditelantarkan di rumah sakit," tuding Yohana.

Dalam kesempatan yang sama, Fathul juga mengaku tidak tahu menahu hasil swab di laboratorium. "Saya pribadi, tidak pernah merasa hasilnya (hasil swab) disampaikan ke saya sendiri. Janji mau kasih tahu hasilnya melalui WhatsApp tapi tidak ada," ungkap Fathul.

"Di RS Moeis, kami juga tidak diperlihatkan hasil swab kami. Kami mau dibawa (karantina) tapi perlihatkan dulu hasil swab kami. Tapi ini yang terjadi tidak demikian," timpal Bernard.

1 dari 1 halaman

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak telah mengkonfirmasi kejadian itu ke Dinkes Kota Samarinda, Jumat (31/7) malam. "Masyarakat merasa resah, karena yang bersangkutan tidak patuh isolasi mandiri, tetap keluar masuk terima tamu. Begitu penjelasan dari Dinkes Samarinda," kata Andi.

"Covid ini bukan hanya aspek kesehatan tetapi juga aspek sosial. Dan, sesuai dengan juknis Kementerian Kesehatan versi 5, bahwa masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan surveilans berbasis masyarakat," demikian Andi. [rhm]

Baca juga:
Keputusan Dibukanya Ekonomi harus Berawal dari Data Kesehatan Terkait Covid-19
Rekor, Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah 67 Orang, Total 741 Kasus
Satu Lagi Dokter yang Tangani Covid-19 di Sumut Gugur
Positivity Rate di DKI Capai 7,2 Persen dalam Sepekan, Lewati Standar WHO

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini