23 Terduga Teroris Ditangkap Usai Bom Bunuh Diri di Makassar, 1 Otak Perakit Bom

Rabu, 31 Maret 2021 22:53 Reporter : Nur Habibie
23 Terduga Teroris Ditangkap Usai Bom Bunuh Diri di Makassar, 1 Otak Perakit Bom Rekonstruksi ledakan di depan Gereja Katedral di Makassar. ©2021 AFP/INDRA ABRIYANTO

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa 23 orang ditangkap setelah serangan bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) kemarin. Puluhan terduga teroris itu ditangkap dari sejumlah daerah.

"Total sampai hari ini ada 23 orang dari tiga tempat tersebut. Dan akan terus kita kembangkan dan kita usut sampai tuntas," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3).

Sigit mengatakan, 13 terduga teroris diamankan di Makassar setelah serangan bom bunuh diri itu. Salah satu ditangkap merupakan otak perakit bom.

"Saya sampaikan juga bahwa sampai hari ini terkait dengan pengungkapan bom yang kita lakukan, kejadian bom di Makassar sampai dengan hari sudah kita amankan 13 orang. Di mana satu orang atas inisial W adalah pelaku otak perakit bom, ini sudah kita akankan," ujar dia.

Sementara lima terduga teroris lainnya ditangkap di Jakarta dan Bima, Nusa Tenggara Barat. "Sedangkan di Jakarta sendiri saat ini sudah kita amankan lima, di Bima lima juga," imbuh di.

Detasmen Khusus (Densus) 88 antiteror kembali menangkap tiga orang terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Mereka yang ditangkap itu pasca ledakan bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (28/3).

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, total yang telah ditangkap oleh Densus 88 secara keseluruhan sebanyak 15 orang. Tiga diantaranya yang baru saja ditangkap itu adalah I (40), NM (45) LAM (25).

"Kemarin telah dilakukan penangkapan lagi terhadap seorang laki-laki inisial I (40), I ini adalah masuk dalam kelompok Villa Mutiara. Sekarang sedang pendalaman sejauh mana keterlibatan I dalam aktivitas JAD di Makassar. Jadi untuk di Makassar sampai dengan saat ini telah diamankan delapan orang," kata Rusdi kepada wartawan, Rabu (31/3).

Kemudian, untuk NM ditangkap di Tulungagung, Jawa Timur dan LAM ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur. Keduanya berjenis kelamin laki-laki.

"Mereka masuk dalam kelompok JAD di wilayah Tulungagung dan Nganjuk. Dari mereka diamankan dua buah senjata api, laptop, handphone dan beberapa buku tentang Fiqih Jihad, ini sedang didalami oleh Densus 88 di Jawa Timur untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan terorisme di Jawa Timur dan pada umumnya di tanah air," ujarnya.

Tak Ada Kaitan Antara Jatim, Bima, Jakarta dan Makassar

Jenderal bintang satu ini menegaskan, sampai dengan saat ini belum ada hubungan antara terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur dan Makassar.

"Sampai saat ini belum ada relasi antara Jawa Timur dengan Makassar, jadi terputus ya. Ini sedang didalami kelompok yang ada di Jawa Timur, walaupun mereka masuk dalam kelompok JAD," tegasnya.

Selain itu, untuk penangkapan terhadap terduga teroris yang ada di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur. Sampai saat ini masih didalami, apakah ada kaitannya dengan kejadian yang di Makassar atau tidak.

"Sampai saat ini masih didalami oleh Densus ya, Densus sedang berkerja tentunya secara profesional, untuk dapat seluruhnya memperjelas kasus-kasus yang terjadi ya. Baik yang ada di Makassar, Bima maupun yang ada di Jakarta. Sekarang juga ada di Jawa Timur, itu akan dituntaskan semuanya," pungkasnya.

Reporter: Nanda Perdana Putra [gil]

Baca juga:
Sudah 15 Terduga Teroris Ditangkap Pascabom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
Jusuf Kalla Minta Pengurus Masjid Tegur Jika Ada Kajian Digelar Sambil Bisik-Bisik
Virus Radikalisme di antara Wahabi dan Milenial
Lagi! Polisi Tangkap 1 Tersangka Terkait Bom Makassar, Total 8 Orang
Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Bom di Gereja Katedral Makassar
Peneliti Terorisme Sebut Kelompok JAD Ada yang Beroperasi di Media Sosial

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini