23 Nelayan Asal Aceh Ditangkap di Myanmar

Rabu, 13 Februari 2019 09:31 Reporter : Afif
23 Nelayan Asal Aceh Ditangkap di Myanmar Nelayan. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sebanyak 23 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh dikabarkan kembali ditangkap di Myanmar. Mereka ditahan karena memasuki wilayah perairan dekat pulau Zaedatgyi di Kotapraja Kawthoung, wilayah Taninthayi.

Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek menjelaskan, mereka ditangkap oleh Angkatan Laut Myanmar saat sedang melakukan patroli, Rabu (6/2). Nelayan asal Aceh itu berlayar dari Aceh Timur pada tanggal 29 Januari 2019 lalu.

"Mereka memasuki wilayah laut Myanmar untuk menangkap lebih," katanya di Banda Aceh, Rabu (13/2).

Dia mengungkapkan, informasi yang diperoleh sementara terdamparnya nelayan asal Serambi Mekkah ke perairan Myanmar, karena rusak kompas atau radar kapal. Mereka tak sengaja melakukan aktivitas di perairan tersebut.

"Mereka menyangka masih di wilayah perairan Aceh Indonesia," jelasnya.

Panglima Laot Aceh yang memiliki tugas melindungi dan mengadvokasi nelayan sudah mendata nelayan tersebut melalui Panglima Laot di Idie Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

"Selanjutnya kita menghubungi pihak pemerintah Aceh," tukasnya.

Kata Miftah, informasi yang diperoleh sejak tanggal 7 Feberuari 2019, kasus ini sudah ditangani oleh departemen perikanan di Distrik Kawthoung. Mereka terancam hukuman berdasarkan Bagian 31 Hukum yang berkaitan dengan Hak Penangkapan Ikan Kapal Penangkap Ikan Asing. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Nelayan
  2. Aceh
  3. Kapal Nelayan
  4. Banda Aceh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini