216 Pasien Covid-19 di Klaten Dipindah ke Asrama Haji Donohudan

Minggu, 1 Agustus 2021 23:31 Reporter : Arie Sunaryo
216 Pasien Covid-19 di Klaten Dipindah ke Asrama Haji Donohudan Pasien corona di Klaten dipindah ke pusat isolasi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sedikitnya 216 pasien Covid-19 tanpa gejala maupun dengan gejala ringan asal Kabupaten Klaten yang melakukan isolasi mandiri, telah dievakuasi ke tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Boyolali sejak 23 Juli lalu. Dari jumlah tersebut, 47 di antaranya dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan.

Pengiriman ratusan pasien tersebut dilakukan secara bergelombang oleh petugas gabungan dari Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, Polres dan Kodim Klaten serta Pemkab Klaten. Hari ini ada 48 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang kembali dikirim ke lokasi isolasi AHD.

"Siang ini kita melakukan evakuasi kembali, pengiriman pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ada 48 orang yang kita kirim ke Donohudan," ujar Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo, Minggu (1/8).

Menurut Kapolres, sebelum dipindahkan ke lokasi isolasi terpusat, warga yang berasal dari berbagai kecamatan di Klaten itu dikumpulkan di GOR Gelarsena untuk dilakukan pengecekan kesehatan. Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB mereka dibawa menuju Asrama Haji Donohudan dengan menggunakan tiga bus Brimob dan dikawal aparat TNI-Polri.

"Selama 10 hari pelaksanaan managemen kontijensi Covid-19 yang dimulai pada Jumat (23/7), sudah ada 216 warga Klaten yang dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan. Dari jumlah itu sebanyak 47 orang sudah dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan oleh petugas gabungan,' katanya.

"Mereka sebenarnya senang di sana. Kadang hanya 4-5 hari sudah sembuh langsung kita jemput. Kita antar ke rumahnya masing-masing," imbuhnya.

Kapolres menambahkan, kegiatan evakuasi warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari lokasi isolasi mandiri ke lokasi isolasi terpusat akan terus dilanjutkan. Hal tersebut dimaksudkan untuk untuk menekan angka penularan Covid-19 khususnya dari klaster keluarga.

"Pemisahan antara anggota keluarga yang positif Covid-19 dengan yang sehat adalah langkah paling efektif yang bisa dilakukan saat ini," tandasnya.

"Kegiatan ini akan terus berlangsung sampai kapasitas di sana (Donohudan) terpenuhi," katanya lagi.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan, di lokasi asrama haji juga dihuni pasien dari wilayah-wilayah lain. Di saat pasien sembuh dan keluar, pihaknya membawa pasien asal Klaten masuk asrama. Jika asrama sudah penuh, dikatakannya, isolasi terpusat diprioritaskan untuk yang ada di tingkat Kabupaten.

"Kami berharap masyarakat mendukung dan patuh protokol kesehatan 5M dalam PPKM Level IV ini. Semuanya demi keselamatan masyarakat. Masker wajib dipakai, hindari berkerumun kemudian hindari ngobrol. Di rumah saja kecuali urusan sangat penting,” pungkas dia.

Semprot Disinfektan

Selain pemindahan pasien, Polres Klaten juga melaksanakan penyemprotan disifektan di ruas jalan seputaran wilayah Kota pada hari yang sama.

Kasubag Humas Iptu Nahrowi mengatakan, selama penerapan PPKM Level IV, Polres Klaten meningkatkan kegiatan penyemprotan desifektan. Setiap hari satu pleton gabungan diterjunkan untuk melakukan penyemprotan tersebut.

Pleton tersebut terdiri dari anggota Polres dan BKO Sabhara Polda dan Brimob. Tujuannya tak lain adalah untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

"Hari ini penyemprotan kami lakukan dengan rute Jalan Dipobegoro-Masjid Al Aqza-Jalan Pemuda-Patung Nartosabdho-Sidowayah-Bramen-Gor Gelarsena dan kembali Ke Polres. Yang melaksanakan dari personel Polres dibantu BKO Sabhara Polda dan Brimob," jelasnya.

Dalam kegiatan penyemprotan tersebut, lanjut Nahrowi, anggota juga melakukan penerangan keliling. Dengan menggunakan mobil khusus berpengeras suara, anggota memberikan imbauan tentang protokol kesehatan terkait covid-19.

"Diharapkan dengan imbauan yang dilangsungkan terus-menerus ini masyarakat sadar akan bahaya virus covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Penerangan keliling, jelas dia, dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan 5M. Kemudian kebijakan pemerintah selama PPKM Level IV juga disampaikan. Di antaranya aktivitas warung makan dibatasi maksimal pukul 20.00 WIB, kapasitas pasar rakyat dan transportasi maksimal 50 persen dan imbauan untuk tetap di rumah. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini