21 Titik di Jateng Rawan Hujan Lebat Dampak Aktivitas MJO

Kamis, 7 Maret 2019 09:03 Reporter : Danny Adriadhi Utama
21 Titik di Jateng Rawan Hujan Lebat Dampak Aktivitas MJO Ilustrasi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - 21 Titik wilayah di Jawa Tengah berpotensi hujan lebat akibat muncul beberapa fenomena atmosfer yang bergerak merambat dari barat Samudera Hindia pada awal 2019. Pergerakan teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO).

"Saat ini MJO sedang bergerak melintasi wilayah Jawa Tengah berdampak hujan lebat hampir setiap daerah," kata Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang Achadi Subarkah Raharjo, Kamis (7/3).

Dia menyebut bencana Hidrometeorologi berpotensi terjadi selama dua hari mulai Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3). Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat diantaranya.

"Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Pemalang bagian selatan, Pekalongan bagian selatan, Batang bagian selatan, Kendal bagian selatan, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kabupaten Semarang, Saat, Boyolali, Sragen, Klaten, Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar," jelasnya.

Akibat pergerakan gelombang atmosfer itu berpotensi meningkatkan curah hujan di daerah yang dilaluinya. BMKG juga mendeteksi adanya Siklon Tropis 'HALEH' di Samudra Hindia dan daerah tekanan rendah di barat daya Jawa Tengah yang membentuk daerah pertemuan angin di Jawa Tengah serta memperkuat aliran udara dari arah Asia dengan membawa massa udara basah.

"BMKG mengimbau masyarakat Jateng agar tetap waspada pada periode awal Maret, khususnya dampak dari potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin, serta potensi gelombang dengan tinggi 0,5 hingga 2 meter diprakirakan terjadi di Laut Jawa bagian tengah dan perairan utara Jawa Tengah," ungkapnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini