21 Orang Resmi Buron Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan

Jumat, 31 Mei 2019 16:06 Reporter : Moch. Andriansyah
21 Orang Resmi Buron Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan Polsek Tambelangan Madura Dibakar. ©2019 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Polda Jawa Timur terus mengembangkan kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura pada 22 Mei 2019 lalu dan menetapkan 21 orang sebagai DPO alias buron.

Kapolda Jawa Timur, Luki Hermawan menyebut, bahwa status DPO terhadap 21 orang tersebut ditetapkan oleh penyidik, yaitu setelah enam tersangka yang kini dijebloskan dalam tahanan menyebut nama mereka.

"Dari tersangka-tersangka yang sudah kami BAP, oleh tim, ini sudah menyebutkan nama-nama, yaitu ada 21 orang. Hari ini akan kami buat DPO," kata Luki di Mapolda Jawa Timur, Jumat (31/5).

Diantara 21 orang burun itu ada habib dan kiai. Beberapa inisial tersangka yang masuk DPO itu diantaranya adalah MA alias habib M, AA alias habib A, dan kiai A.

21 DPO ini terlibat pembuatan molotov, ikut mengerahkan massa, dan terlibat langsung dalam aksi pelemparan serta pengerusakan Polsek Tambelangan.

"Kami berharap dari 21 DPO ini untuk bisa menyerahkan diri, sehingga bisa diproses secara langsung," harap jenderal polisi dua bintang tersebut.

Sebelumnya, Rabu malam tanggal 22 Mei 2019, Polsek Tambelangan diserang dan dibakar massa. Aksi ini dipicu oleh peredaran berita hoaks penangkapan seorang tokoh Madura dalam aksi people power di Jakarta.

Pasca-kejadian, Polda Jawa Timur menangkap enam orang yang lima diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan dalam tahanan. Sedangkan satu orang lainnya, masih dalam pemeriksaan atau masih berstatus saksi.

Tak hanya itu, untuk memburu tersangka lainnya, pihak Polda Jawa Timur juga berkonsultasi dan meminta bantuan sejumlah ulama dan habaib dari Madura.

Selanjutnya, Jumat (31/5) pagi ini, empat orang berhasil ditangkap dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Tiga lainnya hanya sebagai saksi karena hanya supir kendaraan pengangkut massa dan pemilik kendaraan.

Dengan penangkapan empat orang ini, maka total yang ditangkap Polda Jawa Timur hingga saat ini ada 10 orang. Rinciannya, enam orang (5 orang penangkapan tahan pertama dan 1 orang penangkapan tahap dua) menjadi tersangka, serta empat orang sebagai saksi. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini