2.019 KK Mengungsi akibat Bencana di NTT

Selasa, 6 April 2021 22:00 Reporter : Supriatin
2.019 KK Mengungsi akibat Bencana di NTT Banjir di Flores Timur NTT. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekurangnya 117 orang meninggal dunia, 76 orang hilang, dan 146 orang luka-luka akibat banjir bandang, banjir, dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 2.019 KK atau 8.424 jiwa dilaporkan mengungsi dan 1.083 KK atau 2.683 jiwa terdampak bencana ini.

Data itu dipaparkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam konferensi pers daring, Selasa (6/4). Dia juga merinci data kerusakan akibat bencana itu.

"Kerugian materil rumah rusak berat 434 unit, rumah rusak sedang 188 unit, rumah rusak ringan 110 unit, rumah terdampak 1.992 unit, fasum terdampak 84 unit, fasum rusak berat 44 unit dan rusak ringan 1 unit," jelas Doni.

Sebelumnya Doni juga menjelaskan jumlah korban jiwa dan yang masih hilang berdasarkan laporan dari kabupaten/kota di NTT hingga Selasa (6/4) pukul 21.00 Wita. "Secara keseluruhan, jasad yang sudah ditemukan atau meninggal dunia sebanyak 117 orang," katanya.

Dia merinci, 60 korban meninggal ditemukan di Flores Timur, 28 orang di Lembata, 21 orang di Alor dan 1 orang di Ende, 1 orang di Kabupaten Kupang 1, 1 orang di Kota Kupang, 2 orang di Sabu Raijua, dan 3 orang di Malaka.

Sementara itu, 76 orang masih dinyatakan hilang dan 146 mengalami luka-luka. Sebanyak 23 korban luka-luka dilaporkan di Flores Timur, 98 orang di Lembata, 1 orang di Ngada, dan 25 orang di Alor.

Sebagai informasi, bencana alam di NTT dipicu siklon tropis Seroja. Bibit siklon teridentifikasi di Laut Sawu, NTT pada 2 April 2021. Bencana alam ini berdampak pada 12 kabupaten dan kota di NTT, yakni: Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Ende, Sumba Barat, dan Kota Kupang. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini