2 TKI yang didakwa membunuh dan sihir, bebas dari hukuman mati

Rabu, 4 Desember 2013 02:15 Reporter : Ramadhian Fadillah
2 TKI yang didakwa membunuh dan sihir, bebas dari hukuman mati gantung diri. shutterstock

Merdeka.com - Dua warga negara Indonesia (WNI) selamat dari hukuman mati di Arab Saudi. Majelis hakim pengadilan negeri itu membebaskan Halimah Tarma Amir dan Halimah binti Uu dari segala dakwaan.

"Kedua WNI yang selamat dari hukuman mati, yaitu Halimah Tarma Amir dan Halimah bt Uu atau Halimah Bushir telah dipulangkan ke Indonesia pada 2 Desember," demikian siaran pers KBRI Riyadh, Selasa (3/4) malam.

Sebelumnya, Halimah Tarma Amir divonis hukuman mati (qishash) dalam persidangan di Mahkamah Umum Riyadh pada 31 Mei 2011. Dia didakwa membunuh anak majikannya, warga Arab Saudi.

Namun atas usaha bersama KBRI Riyadh dan Pengacara yang ditunjuk, maka Halimah Tarma Amir memperoleh pengampunan (tanazul) tanpa pengajuan hak khusus oleh majikan dan kasus tersebut dinyatakan selesai.

Adapun Halimah Uu atau Halimah Bushir awalnya juga dijatuhi hukuman mati dan semula ditahan di Penjara Makkah sejak 15 September 2009. Dia didakwa melakukan praktik sihir dan guna-guna kepada majikan dan keluarganya.

Dalam pengadilan banding di Mahkamah Juziyah, Sumir, Makkah, hukuman diringankan menjadi lima tahun penjara dan 500 kali cambukan.

Belakangan, atas usaha KBRI Riyadh, Halimah Bushir memperoleh pengampunan dari Raja Abdullah Bin Abdul Aziz.

"Semula pihak majikan sempat menuntut ganti rugi materi dan immateri kepada terdakwa. Namun dalam pengadilan banding, terdakwa dibebaskan dari tuntutan ganti rugi dari majikan tersebut setelah memperoleh pemaafan dari Raja Abdullah Bin Abdul," jelas pihak KBRI. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. TKI Arab Saudi
  3. Hukuman Mati
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini