2 Teroris diduga ingin bela muslim Rohingya yang dibantai

Jumat, 3 Mei 2013 02:19 Reporter : Henny Rachma Sari
Ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - 2 teroris JM alias A dan O yang ditangkap di sekitaran Benhil Jakarta Pusat, berniat meledakkan bom di Kedutaan Besar Myanmar di Jalan H Agus Salim Jakarta. Diduga, motif kedua pelaku sebagai bentuk solidaritas muslim Rohingya yang dibantai beberapa waktu lalu.

"Mungkin juga," kata sumber merdeka.com di Polda Metro Jaya, Jumat (3/5).

Peristiwa konflik antar agama di Rohingya Myanmar, terjadi karena tahun lalu muncul selentingan beberapa pemuda muslim Rohingya memperkosa gadis dari kalangan Buddha Rakhine. Segera hal ini berubah menjadi pembantaian etnis minoritas ini. Insiden ini menewaskan 77 orang, 109 luka serius, dan lebih dari lima ribu rumah dibakar.

Rohingya menjadi etnis paling sengsara. Selain tengah mendapat ancaman pembantaian, sekitar 800 ribu muslim Rohingya tidak diakui pemerintah Myanmar sebab dinilai masuk secara ilegal sejak 1948.

Sebelumnya, Densus 88 melakukan penggerebekan di Jalan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/5) malam. Petugas menyita beberapa bahan peledak yang terdapat di lokasi.

"Ada bahan peledak yang disita," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, kepada merdeka.com.

Tidak lama berselang, Densus 88 berhasil menangkap dua teroris di sekitaran Benhil. penangkapan keduanya merupakan pengembangan dari penggerebekan di Jalan Bangka. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Densus 88
  2. Terorisme
  3. Muslim Rohingya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.