2 Terdakwa Korupsi Pengadaan Cleaning Service RSUP Sintanala Tangerang Segera Diadili

Kamis, 10 Juni 2021 00:00 Reporter : Kirom
2 Terdakwa Korupsi Pengadaan Cleaning Service RSUP Sintanala Tangerang Segera Diadili Kasie Pidsus Kejari Kota Tangerang Sobrani Binzar. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejari Kota Tangerang telah melimpahkan berkas perkara dua terdakwa korupsi pengadaan jasa cleaning service RSUP Sintanala, YY dan NA, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, Banten. Keduanya dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Selasa (15/6).

"Terkait dugaan perkara pidana korupsi RS Sitanala, telah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Serang, pada 7 Juni 2021. Terdakwa berinisial YY dan NA selanjutnya akan melaksanakan sidang perdana 15 Juni 2021," ucap Kasi Pidsus Kejari Kota Tangerang Sobrani Binzar di Kantor Kejari Kota Tangerang, Rabu (9/6).

NA merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) RS Sitanala. Sementara itu, YY adalah pengusaha jasa kontraktor.

NA saat ini ditahan di Rumah Tahanan Pandeglang. "Satu terdakwa lain YY menjadi tahanan kota karena suatu penyakit," jelas dia

YY dan NA sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam pengadaan jasa Cleaning Service RS Sintala, Kota Tangerang. Proyek itu menggunakan dana dari Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2018.

Sobrani memaparkan, ditemukan kerugian negara dari jumlah anggaran sebesar Rp3,8 miliar itu. "Hitungan kami, total kerugian dari Tipikor tersebut Rp655 juta lebih," terang Sobrani.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana mengungkapkan, penetapan tersangka terhadap NA dan YY didasarkan hasil penyidikan.

"Setelah didapati bukti awal, kami tingkatkan ke penyidikan dan di sini teman-teman dari pidsus bergabung dengan tim intel melakukan penyelidikan dan ditingkatkan ke penyidikan," ungkap Kajari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana, Kamis (21/1).

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, kemudian Pasal 3 juncto Pasal 18 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman pidananya untuk pasal 2 minimal 4 tahun penjara, pasal 3 ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara," jelas dia. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini