2 Pejabat Pemkot Palopo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Air Minum

Selasa, 5 November 2019 12:13 Reporter : Salviah Ika Padmasari
2 Pejabat Pemkot Palopo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Air Minum Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik jajaran Dit Reskrimsus Polda Sulsel menetapkan tujuh pejabat sebagai tersangka di kasus dugaan korupsi proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Palopo, Sulsel.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono saat dikonfirmasi, Selasa, (5/11).

Ke-tujuh pejabat itu masing-masing, Irwan Arnold dan Fausiah Fitriani, keduanya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hamsyari dan Anshar Dachri, keduanya selaku Pokja, Muhammad Syarif Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres Direktur PT Duta Abadi dan Bambang Setijowidodo Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Kata dia, penetapan ke tujuh orang yang awalnya jadi saksi ini keputusan akhir setelah usai gelar perkara dua pekan lalu atau akhir Oktober lalu.

"Saat ini ke tujuh tersangka sementara jalani pemeriksaan-pemeriksaan dengan status tersangka. Belum dilakukan penahanan," kata Yudhiawan Wibisono.

Dijelaskan, secara detil bahwa para tersangka ini terkait dugaan tipikor pada proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat dan pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di wilayah Kecamatan Telluwanua dan pengawasan pengadaan bangunan pengambilan air bersih pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo.

"Proyek ini di tahun anggaran 2016, nilai proyeknya sebesar Rp15.049.110.000. Karena dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, mengakibatkan kerugian keuangan negara berdasarkan hasil perhitungan BPK RI sebesar Rp5.543.391.996. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini