2 Mahasiswa Kendari Tewas, Presiden Jokowi Perintahkan Polri Investigasi

Jumat, 27 September 2019 13:20 Reporter : Intan Umbari Prihatin
2 Mahasiswa Kendari Tewas, Presiden Jokowi Perintahkan Polri Investigasi Jokowi. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pihak kepolisian agar melakukan investigasi dan memeriksa seluruh personel terkait adanya korban dua mahasiswa saat berunjuk rasa tolak RUU KUHP dan UU KPK di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dua mahasiswa tersebut yaitu nama Randi mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo dan M. Yusuf Kardawi (19) mahasiswa jurusan Teknik D3 universitas yang sama.

"Saya juga sudah perintahkan juga untuk menginvestigasi dan memeriksa seluruh jajarannya. Karena yang disampaikan Kapolri kepada saya tidak ada perintah apapun dalam demo ini membawa senjata. Jadi ini akan diinvestigasi lebih lanjut," kata Jokowi usai melaksanakan salat Jumat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (27/8).

Kemudian dia juga meminta kepada publik agar tidak menduga-duga siapa pelaku penembakan tersebut. Sebab, hal tersebut menurut dia menyangkut banyak personel kepolisian.

"Ya ini kan menyangkut ribuan personel. Ribuan personel yang ada di seluruh tanah air. Dan ini juga sampai sekarang tidak, kan belum yang menembak ini siapa kan belum (ketahuan). Jadi jangan ditebak-tebak terlebih dahulu sebelum investigasinya selesai," ungkap Jokowi.

Sebelumnya diketahui, Korban tewas unjuk rasa tolak RUU KUHP dan UU KPK di Kendari, Sulawesi Tenggara bertambah. Total menjadi dua orang.

"Iya, pasien Muh Yusuf Kardawi (19) yang menjalani perawatan intensif pasca dioperasi di RSU Bahteramas Kendari, Sultra meninggal dunia Jumat (27/9) sekitar pukul 04.00 Wita," kata Plt Direktur RSU Bahteramas dr Sjarif Subijakto di Kendari, Jumat, seperti diberitakan Antara.

Tim dokter yang menangani korban Yusuf sudah berbuat maksimal, ujar Sjarif singkat.

Almarhum Yusuf tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik D-3 Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Sedangkan korban meninggal dunia sebelumnya Kamis (26/9) adalah Randi (21) juga berstatus mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UHO.

Korban Yusuf adalah pasien rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo harus menerima tindakan operasi karena cedera serius saat aksi unjukrasa di gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9).

Kepala Polres Kendari AKBP Jemi Junaidi yang dikonfirmasi tidak bersedia memberikan penjelasan.

"Silakan konfirmasi ke Polda Sultra," kata Kapolres Jemi melalui saluran telepon. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini