1.992 Rumah Rusak akibat Bencana di NTT, 87 Fasilitas Umum Terdampak

Rabu, 7 April 2021 20:39 Reporter : Rifa Yusya Adilah
1.992 Rumah Rusak akibat Bencana di NTT, 87 Fasilitas Umum Terdampak Rumah yang rusak akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT. ©ANTARA FOTO/Pion Ratuloli

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Manardo melaporkan kerugian materil dampak bencana yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4 April lalu. Tiga hari pascakejadian, BNPB mencatat 1.992 rumah yang terdampak bencana itu.

Sebanyak 688 rumah rusak berat, 272 rusak sedang, dan 154 rusak ringan. Selain itu, 87 fasilitas umum juga terdampak, 24 di antaranya rusak berat.

"Kerugian materilnya 1.992 unit rumah dan 87 fasilitas umum terdampak," kata Doni Manardo saat konferensi pers virtual, Rabu (7/4).

Doni menyebutkan, dari 15 kabupaten yang terdampak, jumlah rumah rusak berat terbanyak ada di Kabupaten Lembata, yakni 224 unit. Selanjutnya, di Kabupaten Timor Tengah Utara ada 150 rumah rusak berat, lalu Kabupaten Flores Timur sebanyak 82 rumah rusak berat. Sementara itu, total korban jiwa bencana di NTT berjumlah 138 orang, 61 orang masih dinyatakan hilang.

Jumlah korban jiwa tertinggi dilaporkan di Kabupaten Flores Timur. Sebanyak 67 jiwa meninggal dunia, 6 orang masih dinyatakan hilang di daerah ini. Banyaknya korban jiwa di Flores Timur karena wilayah itu juga mengalami tanah longsor.

"Di Kabupaten Flores Timur itu bukan hanya banjir bandang tapi tanahnya longsor juga. Wilayah yang disertai angin kencang itu Kabupaten Ngada dan Kabupaten Ndao," kata Ketua Satgas Covid-19 itu.

Doni juga melaporkan, 4.829 jiwa atau 1.700 KK terdampak bencana ini. Selain itu, jumlah pengungsi pada hari ketiga ini mencapai 13.226 jiwa atau 2.019 KK. [yan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Banjir Bandang NTT
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini