186 Ribu peserta didik terdampak gempa & tsunami di Sulteng

Rabu, 10 Oktober 2018 14:50 Reporter : Nur Habibie
Ditjen Dikdasmen Kemdikbud Poppy Dewi Puspitawati. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Ditjen Dikdasmen Kemdikbud, Poppy Dewi Puspitawati mengatakan, terdapat 186 ribu peserta didik yang terganggu layanan pendidikan pasca gempa, tsunami dan likufaksi di Sulawesi Tengah. Mereka semua tersebar di 1.724 satuan pendidikan.

"186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK yang terganggu layanan pendidikan di tiga kabupaten terparah yaitu Kota Palu, Donggala, Sigi," katanya di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (10/10).

Akibat adanya musibah tersebut, sebanyak 22 orang guru meninggal dunia dan 14 orang hilang akibat terseret arus tsunami serta tertimbun reruntuhan bangunan.

"Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami saat mengikuti gladi resik festival Palu nomoni dan ada Bibie Camp yang terhisap lumpur di Jono Oge, Kabupaten Sigi," ujarnya.

Lalu, untuk siswa yang terdampak akibat peristiwa tersebut yakni sebanyak 23 orang meninggal dunia, 35 orang hilang dan satu orang mengalami luka berat. Sementara itu, 422 sekolah terdampak akibat peristiwa itu.

"422 itu total dari empat Kabupaten di Kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Itu dari PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK ya. Untuk yang rusak ringan itu paling banyak di Kota Palu dengan total 215," jelasnya.

Dengan adanya musibah ini, siswa, guru dan pegawai dinas pendidikan masih mengungsi di gunung serta keluar Sulawesi Tengah.

"Untuk pendataan sendiri belum optimal karena terkendala komunikasi terutama di Donggala, Sigi dan Parigi Moutong," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini