1.700 Warga Tembagapura Mengungsi Akibat KKB, Kapolda Papua Klaim Situasi Terkendali

Selasa, 24 Maret 2020 11:59 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
1.700 Warga Tembagapura Mengungsi Akibat KKB, Kapolda Papua Klaim Situasi Terkendali Ratusan Warga Tembagapura Mengungsi ke Timika. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyebut jumlah warga Distrik Tembagapura mengungsi ke Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, sekitar 1.700 jiwa. Ribuan warga itu mengungsi lantaran khawatir akibat teror dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Kurang lebih 1.700 dari Tembagapura turun ke Timika. Itu sudah lama minggu lalu," kata Paulus saat dihubungi merdeka.com, Selasa (24/3).

Para pengungsi itu hingga kini masih berada di Timika. Paulus sendiri mengklaim situasi di Tembagapura saat ini dapat dikendalikan. Namun mantan Kapolda Sumut itu enggan menjelaskan situasi terkini di Tembagapura, termasuk perkembangan kasus pembakaran gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Sinai di Kampung Opitawak.

"Sementara sudah bisa kita tangani itu semua. Saya lagi fokus Corona dulu," kata Paulus.

1 dari 1 halaman

Gelombang Pengungsian

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob sebelumnya mengatakan, dalam beberapa hari terakhir gelombang evakuasi warga dari empat kampung di Distrik Tembagapura ke Timika terus dilakukan. Dan kini sudah lebih dari 1.000 warga telah berada di Timika.

"Pemerintah daerah sangat berharap situasi ini segera berakhir. Perlu segera diambil solusi yang tepat agar situasi keamanan di Waa, Banti, Kimbeli, Opitawak dan Utikini bisa kembali pulih. Kami tidak tahu butuh waktu berapa lama untuk situasi di Tembagapura itu bisa kembali normal seperti dulu," kata Johannes, Senin (9/3).

Dia mengungkapkan, ribuan warga Distrik Tembagapura meminta dievakuasi ke Timika lantaran kondisi keamanan di kampung halaman mereka tidak menjamin masyarakat itu bisa bertahan.

"Masyarakat tentu merasa takut, terancam, traumatis. Kalau mereka bertahan di sana, mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok. Untuk beraktivitas seperti pergi mendulang juga tidak bisa, makanya mereka meminta pemerintah bersama aparat TNI dan Polri serta PT Freeport Indonesia memfasilitasi mereka turun ke Timika," ujarnya.

Dengan kondisi dan situasi yang demikian itu, praktis seluruh pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya juga lumpuh total. Bahkan untuk bidang pendidikan, anak-anak usia sekolah di Kampung Banti dan sekitarnya itu sudah lama (sekitar tiga tahun) tidak lagi mengenyam pendidikan sejak fasilitas sekolah mereka (SD Negeri dan SMP Negeri Satu Atap Banti) dibakar oleh KKB pada sekitar Februari 2017.

Gelombang evakuasi warga Banti dan sekitarnya ke Timika terjadi sejak Jumat (6/3) petang, kemudian berlanjut pada Sabtu (7/3) dini hari, dan terakhir pada Minggu (8/3) malam sebanyak 614 warga kembali dievakuasi ke Timika.

900 warga dari empat kampung di Distrik Tembagapura mengungsi ke Timika Papua. Mereka mengungsikan diri akibat takut aksi teror penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Paulus sebelumnya mengatakan, 900 orang yang mengungsi berasal dari empat kampung, yakni Utikini, Longsoran, Kimbely dan Banti. Kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak yang takut hingga minta tolong untuk dievakuasi.

"Aparat keamanan TNI-Polri hanya membantu memfasilitasi permintaan tersebut dan mendapat bantuan kendaraan dari PT Freeport untuk mengangkut warga," kata Paulus, Minggu (8/3)

Dia mengakui, selain mengungsi ke Timika juga ada warga yang lebih memilih mengungsi ke polsek dan koramil di Tembagapura Papua.

Mantan Kapolda Sumut mengakui masih terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKB. Kontak tembak masih terjadi sehingga anggota diminta waspada dan jangan lengah. [gil]

Baca juga:
Pesawat Casa CN A-2909 Diduga Ditembak OTK Pakai M-16
Pesawat Casa TNI AU Dikabarkan Ditembak di Pegunungan Bintang Papua
KKB Bakar Gereja di Kampung Opitawak Tembagapura
Anggota Koramil Jila Papua yang Gugur Dimakamkan di TPU Baubau Sultra
Rapat Soal Papua, Mahfud Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan
Mendagri Minta Pemda Mimika Gandeng Tokoh Adat Bicara dengan KKB

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini