17 Tahun Damai Aceh dan Sekelumit Masalah, Korban Konflik Tulis 'Surat Harapan'

Minggu, 14 Agustus 2022 04:35 Reporter : Alfath Asmunda
17 Tahun Damai Aceh dan Sekelumit Masalah, Korban Konflik Tulis 'Surat Harapan' Peringatan Hari Perdamaian Aceh. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah lembaga masyarakat sipil dan lintas perkumpulan anak muda di Aceh menggelar peringatan Hari Perdamaian Aceh, yang jatuh saban tahunnya di tanggal 15 Agustus. Dalam peringatan tersebut, sejumlah penyintas konflik Aceh akan membaca 'Surat Harapan' yang ditulis bersama-sama.

"Inisiatif merayakan perdamaian Aceh tahun ini terinspirasi dari pembacaan dokumen Rencana Pembangunan Aceh (PRA) yang berisi 14 isu, salah satunya perdamaian berkelanjutan. Namun isinya berisi intervensi ekonomi terhadap tapol napol dan korban konflik, tanpa definisi yang jelas mengenai siapa korban konflik yang dimaksud dalam dokumen tersebut. Ini tentu saja ironis," kata akademisi sekaligus aktivis perempuan Aceh, Khairani Arifin kepada merdeka.com, Sabtu (13/8).

Dia menuturkan, berdasarkan data dari Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, terdapat 5.264 pernyataan korban yang telah diambil sebagai bagian dari upaya pengungkapan kebenaran.

Tentu saja, kata Khairani, belum semua korban masuk dalam database ini. Selain itu, ada banyak sekali permasalahan pasca-perdamaian yang harusnya dicicil untuk diselesaikan.

"Dokumen panduan perencanaan tersebut perlu dikoreksi dan dipertajam. Salah satunya dengan menghelat kegiatan ini, yang memadukan aspirasi lewat surat-surat yang ditulis korban pelanggaran HAM terkait harapan mereka, sekaligus ungkapan kekecewaan dan kritik atas dokumen RPA yang tidak berperspektif korban," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra, menyoroti rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkum HAM) tentang program aksi pemulihan korban dugaan pelanggaran HAM berat di Aceh.

Agenda pemulihan korban ini menjadi bagian dari penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu melalui mekanisme non-yudisial, alias di luar proses hukum.

"Pada prinsipnya, langkah-langkah pemerintah mengenai reparasi korban atas peristiwa kekerasan yang dialaminya di masa lalu, merupakan hal penting dan perlu segera direalisasikan. Namun, program ini patut juga ditelisik lebih jauh," katanya.

Menurut Hendra, aspek pemulihan korban tentunya merupakan tahapan lanjut dari serangkaian aspek-aspek lain yang saling mengikat dan tak bisa dikesampingkan satu sama lain.

Salah satu yang terpenting yakni 'pengungkapan kebenaran' bagi para korban sebagai satu tahapan awal untuk menguak secara utuh kekerasan semasa konflik yang dialaminya, meliputi jenis kekerasan, terduga pelaku, pola dan motif kekerasan tersebut hingga dampak yang dialaminya, baik dari sisi sosial, ekonomi dan psikologis korban.

"Tanpa pengungkapan kebenaran, agenda pemulihan korban itu tampak hanya jadi ajang 'cuci tangan' negara mengenai peristiwa pelanggaran HAM masa lalu di Aceh," ujar Hendra Saputra.

2 dari 2 halaman

Peran Generasi Muda

Sebagai strategi mencegah berulangnya konflik, pelibatan orang muda dalam kampanye perdamaian Aceh berarti menambah katalisator perdamaian Aceh. KontraS Aceh mencatat, bahwa orang muda di Aceh hari ini semakin berjarak dengan kisah-kisah pelanggaran HAM masa lalu.

"Sehingga penting sekali membuat banyak kegiatan yang melibatkan orang muda secara partisipatif. Sebagaimana kegiatan Letter of Hope ini," ujar Ketua Divisi Kampanye dan Advokasi KontraS Aceh, Azharul Husna.

Selain pembacaan 'Surat Harapan' yang telah ditulis sejumlah penyintas konflik, acara tersebut turut menyuguhkan diskusi publik dan penampilan aktraksi seni dari sejumlah seniman muda Aceh. [cob]

Baca juga:
Ini Pernyataan Polda Aceh Jelang Milad GAM 4 Desember
KPA Imbau Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama saat Milad GAM
Lorong Ingatan, Menolak Lupa Konflik Aceh
Kisah Samsuir Lobi Petinggi GAM Demi Pendidikan Anak-Anak Aceh Saat Konflik
Dijemput Lalu Hilang Tanpa Jejak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini