17 Ibu Hamil di Semarang Tertular HIV/AIDS Gara-gara Suami Doyan Main PSK

Jumat, 6 Desember 2019 10:10 Reporter : Danny Adriadhi Utama
17 Ibu Hamil di Semarang Tertular HIV/AIDS Gara-gara Suami Doyan Main PSK HIV/AIDS. ©iStock

Merdeka.com - 17 orang ibu hamil di Kota Semarang tertular virus HIV/AIDS. Penemuan HIV disebabkan oleh suami yang hobi jajan online.

"Penularan HIV/AIDS dipicu gaya hidup yang buruk. Ada juga suami diam-diam pesan PSK online yang mempengaruhi kasus penularannya," kata Sekretaris KPA Kota Semarang, Bambang Sukarjo, Jumat (6/12).

Dia mengungkapkan temuan tersebut didapatkan oleh tim Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) saat melakukan pemeriksaan terhadap para ibu hamil sejak Januari hingga September 2019.

"Ada sebanyak 16.718 ibu hamil yang kita periksa kesehatannya mulai tahun ini. Hasil yang positif mengidap HIV/AIDS ada 17 orang," ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang memantau proses kelahiran anak dari ibu yang tertular HIV/AIDS tersebut. Ia mengupayakan agar anaknya tidak tertular dengan berbagai antisipasi.

"Karena kelahiran anak ODHA berpotensi tertular juga. Kita beri edukasi bahwa bayi dari ibu tidak boleh menyusui langsung dari ASI tapi kita arahkan dengan susu formula," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Gencarkan Penyuluhan

Bambang mengaku sesuai arahan Kemenkes, semua ibu hamil yang tinggal di Semarang wajib menjalani tes HIV atau Provider-Initiated Testing and Counselling (PITC) mulai tahun ini. Ada tiga kecamatan dengan penularan HIV/AIDS tertinggi.

"Tiga kecamatan Semarang Utara terdapat 178 kasus, Semarang Barat terdapat 155 kasus dan Tembalang ada 146 kasus," jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan sering menggelar kegiatan penyuluhan untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Apalagi di Semarang orang yang tertular HIV/AIDS rata-rata usianya masih produktif.

"Tahun 2019 sampai September kita menemukan 471 kasus. Rata-rata usia remaja, jumlahnya sedikit menurun dari kondisi tahun lalu masih 640 kasus," ungkapnya. [eko]

Baca juga:
Suara Hati Para Istri di Bekasi: Amit-amit Suami Menjadi Gay
Sejarah 1 Desember Ditetapkan Hari AIDS
Aksi Peringatan Hari AIDS Sedunia
Kisah Juru Parkir di Solo Rawat Anak-anak Penderita HIV/AIDS yang Ditolak Keluarga
Kembangkan Wisata, Kabupaten Bogor Khawatir Malah Picu Sebaran HIV

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini